Proyek Dinas Ketahanan Pangan Lewati Batas Pelaksanaan, PPK Kadir Buang Badan

Proyek Dinas Ketahanan Pangan Lewati Batas Pelaksanaan, PPK Kadir Buang Badan

CYBER88 | Parigi Moutong - Proyek Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah yang berada di Desa Bosagon Jaya Kecamatan Ongka Malino dan Desa Kota Raya Selatan Kecamatan Mepanga, berupa Pembangunan Rumah RMU/BED Dryer dengan alokasi anggaran sebesar Rp 200.000.000. 

Pembagunan Lumbung Pangan dengan alokasi anggaran sebesar Rp.198.500.000,- dan Pembagunan Lantai Jemur dengan alokasi anggaran sebesar Rp 47,500.000. Dengan total anggaran untuk satu lokasi sebesar Rp.446.000,000. Rabu, (09/11/22).

Proyek tersebut di biayai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) TA 2022, yang pelaksanaannya di kerjakan secara swakelola oleh pengurus Kelompok Gapoktan di masing-masing Desa yang mendapat bantuan tersebut, dari tiga aitem pekerjaan yang ada pengurus kelompok Gapoktan di berikan waktu pelaksanaan selama 7 bulan terhitung sejak tanggal 07 Maret sampai dengan 09 September 2022

Hasil investigasi media ini pekan lalu (02/11/2022) di dua lokasi proyek (Desa Bosagon Jaya dan Desa Kota Raya Selatan) yang dari ketiga item pekerjaan di taksir baru mencapai 78% sementara waktu pekerjaannya telah melewati 60 hari dari batas akhir kontrak tanggal 09 September 2022.

Pengurus Kelompok Gapoktan Desa Bosagon Jaya terkesan tidak menerima bila keterlambatan pekerjaan tersebut dititikberatkan pada pengurus kelompok. 
Menurut Sugiartono yang menjabat sebagai bendahara kelompok, pengurus kelompok telah bekerja semaksimal mungkin.

"Bagaimana tidak mau terlambat pekerjaannya, kontrak di buat tanggal 7 Maret 2022, sementara anggaran tahap I (satu) di cairkan nanti bulan juli 2022.

Kendatipun demikian kami (pengurus) telah mengambil inisiatif, dengan cara melakukan kasbon (ngutang) di tokoh bangunan, agar pekerjaan ini bisa jalan sekalipun anggarannya pada saat itu belum di cairkan, dengan kondisi bangunan sudah seperti ini, anggaran yang cair baru sekitar Rp.200 juta lebih dari total anggaran sebesar Rp.446 juta, ungkap Sugiartono ketika di temui pada 02/11/2022 di sekitar lokasi proyek". Ujarnya kepada kru media.  

Sementara Ketua Kelompok Gapoktan Desa Kota Raya Selatan Sugianto, ketika di temui media ini pada 02/11/2022 di lokasi proyek mengakui bahwa memang pekerjaan ini terlambat, hal ini di karenakan faktor cuaca. 

"Yang mana akhir-akhir ini lagi musim hujan, terkait anggaran yang telah di cairkan, kalau tidak keliru baru sekitar Rp 230 juta dari total anggaran sebesar Rp 446 juta". Ujarnya. 

Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kadir ketika di konfirmasi media ini melalui telepon seluler, pada Rabu 9 November 2022, langsung memutus telefon seluler, setelah mengetahui wartawan media ini akan mengonfirmasi terkait pekerjaan yang berada di Desa Bosagon Jaya dan Kota Raya Timur.

“Mohon maaf pak, saya masih ada tamu, nanti sebentar saya telpon balik” sampai berita ini di naikan media ini belum mendapat konfirmasi dari PPK Kadir.

Komentar Via Facebook :