Dua Tahun Lumpuh Karna Jatuh dari Pohon Kelapa Uji Harapkan Bantuan Pemerintah
CYBER88 I Lamsel -- Naas dialami as Uji Panggilan Masuji (29) Warga Umbul Jambu (Bukit Barisan) Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan.
Saat memanjat pohon kelapa di kebun milik Saleh ia terjatuh dari ketinggian sekitar 12 meter.
Akibatnya korban dilarikan ke Rumas Sakit Advent Tanjung Karang, Bandal Lampung.
Menurut keterangan dari teman nya Uji kejadian berawal saat Uji hendak mengambil air derasan (legen) untuk dibuat gula kelapa atau gula merah diatas pohon kelapa .
Tiba di kebun milik Saleh Uji langsung memanjat pohon kelapa.
Ketika berada di ketinggian sekitar 12 meter korban berpegang dengan dahan kelapa Kemudian, saat korban ingin menjatuhkan buah kelapa tiba-tiba dahan yang dipegang nya terlepas sehingga Uji ikut terjatuh.
Sehingga korban bersamaan dengan dahan kelapa mendarat ke tanah dari ketinggian sekitar 12 meter.
Temen korban yang sama-sama bekerja mengambil air legen melihat Uji terjatuh langsung memberi tahu keluarga korban untuk diberi pertolongan.
Warga yang mengetahui langsung membantu mengevakuasi korban, dan dibawa ke Rumah Sakit Advent Bandar Lampung untuk mendapat pertolongan.
Dijelaskan Uji selama 15 hari mendapat perawatan dirinya diperbolehkan pulang, selama satu Minggu gak ada yang diperbolehkan masuk istripun tidak boleh, Hari ke delapan baru keluarga diperbolehan masuk.
Setelah pulang dari Rumah Sakit Adven Uji dibawa ayahnya langsung ke sangkal Putung untuk dirawat karna tulang belakangnya agak tergeser sedikit.
“Ada satu bulan di Mang Pepen,” ujarnya.
“Namun tidak membuahkan hasil gak ada perubahan, cuman dipijat pijat, dada saya pun sakit akhirnya pak Pepen bilang sembuhin luka nya dulu kalau sudah sembuh baru kesini lagi,karna lukanya belum sembuh yah belum ke pak Pepen lagi," Lanjut Uji.
Kata dia, saat berobat di Puskesmas emang mau diberikan rujukan ke Rumah Sakit Umum tapi saya tidak mau karna keterbatasan dana.
Uji yang mempunyai anak satu bernama Reza saat ini tinggal bersama ayahnya Damanhuri, istri Uji Siti Rodiah bekerja di Jakarta, baru lima bulan Juli 2022 berangkatnya.
"Saya merasakan seperti ditusuk - tusuk jarum dibagian belakang dan kaki kesemutan,tapi saat ini tidak dapat digerakkan dicubit pun sudah gak terasa "jelas Uji.
“Sejak terjatuh tanggal 30 Januari 2021 sampai saat ini November 2022 saya tidak dapat bekerja karna tidak dapat berjalan mungkin urat-uratnya sudah putus,” Ungkap Uji sambil mengusap air matanya.
“Saya tidak bekerja darimana mendapatkan uang, bantuan BLT -DD maupun bantuan apa saya dari pemerintah saya tidak dapat, sedih dan putus asa pak!
Sudah tidak dapat berjalan merepotkan orang tua, yang setiap saat membuang BAB saya,mencuci borok saya, hidup saya sudah tidak berarti hanya merepatkan keluarga pak !. “Keluhnya
Harapan saya adalah ingin bisa berjalan mau beli korsi roda pun gak ada uang,apalah hasil ayah saya hanya tukang deras, cukup makan saja sudah bersyukur pak,” ucap Uji kepada Wartawan Cyber88.
"Ya harapan saya semoga Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan,para Anggota Dewan yang terhormat ,Para Dermawan siapa saja yang bersedia membantu meringankan penderitaan saya, saya untuk berobat, "TAmbah Uji dengan sedih.
Kades Desa Suak,J uli saat dikonfirmasi membenarkan warganya cedera terjatuh dari pohon kelapa.
“Kalau gak salah tahun 2021 Uji terjatuh tahun 2022 mau dua tahun ini dia tidak dapat berjalan,memang suka mengunakan mobil Desa bila berobat agak jauh ," kata Kades Suak.


Komentar Via Facebook :