Winda, Pasien Lumpuh Layuh hanya Bisa Sekedar Mengharap Bantuan
Winda (7) warga Desa Gunungwangi, Majalengka, yang sedang digendong ibunya karena mengalami kelumpuhan dan mengharap bantuan pemerintah setempat, Selasa (6/12/2022).
CYBER88 | Majalengka – Pasangan suami-istri Didin dan Santi, warga RT 3, RW 2, Blok Sabtu, Desa Gunungwangi, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat, saat ini sangat membutuhkan uluran tangan dari semua pihak demi kesembuhan anak keduanya, yakni Winda Nur Oktaviani (7) yang mengalami lumpuh layuh sejak dari lahir.
Menurut keterangan Didin, ayah Winda, anaknya tersebut seharusnya sudah bersekolah. Namun dikarenakan kondisi anaknya tersebut yang tidak bisa berjalan, bahkan untuk mengangkat sesuatu pun tidak sanggup, sehingga tidak bisa kemana-mana dan hanya terbaring di atas kasur.
"Anak saya seharusnya sudah sekolah kelas 1, tapi karena kondisinya lumpuh layuh, akhirnya anak saya tidak bersekolah," ujar Didin lirih, Selasa (6/12).
Kedua orangtua Winda sendiri hanya sebagai pekerja serabutan dan keadaan ekonominya sangat lemah.
"Kalau kami orang mampu, tentunya ingin sekali mengobati anak saya yang lumpuh layuh itu. Untuk berobat agar anak saya bisa sehat dan berjalan, tetapi karena kami bukan orang kaya, saya hanya bisa pasrah," tutur ayah Winda ini.
Winda sendiri menurut Didin, kesehariannya hanya terbaring di atas kasur. Ketika mau makan, harus disuapi.
"Untuk sekedar minum saja harus menggunakan botol minum bayi. Makannya pun tidak nasi, tapi makanan bayi. Sebab, jika dikasih nasi dia langsung kejang-kejang. Buang air bersar saja harus pake mikrolak," ucapnya kepada Cyber88.
Dalam sehari semalam, putrinya tersebut bisa menghabiskan 15 saset makanan bayi.
Selama ini menurut Didin, ia belum mendapat bantuan apapun untuk anaknya tersebut.
"Sampai anak saya usia 7 tahun, kami belum pernah menerima atau mendapatkan bantuan apapun dari pihak Pemdes, kecamatan, bahkan dari Pemkab, juga dinas terkait lainnya," paparnya.
Selaku orangtua dari anak yang mengalami lumpuh layuh sejak dari lahir, Didin dan Santi sangat mengharapkan adanya uluran tangan atau bantuan dari pihak-pihak terkait lainnya guna membantu penyembuhan. (TS)


Komentar Via Facebook :