'Berbeda', Bukan 'Asal Beda'

Ilustrasi

CYBER88 – Suka atau tidak, disyukuri atau dikutuk dan dicaci-maki, zaman sudah berubah jauh meninggalkan yang jauh ketinggalan zaman.

Ini eranya media online, dimana media cetak macam koran dan majalah seperti tak punya tempat lagi di hati pembacanya.

Saat sekarang ini, peminat berita dan informasi tidak perlu lagi menunggu loper koran datang ke rumah di pagi hari, kemudian melempar gulungan koran atau majalah melampaui pagar.

Cukup Anda miliki handphone Android serta paket data untuk membuka jaringan internet maka berjuta-juta berita dan informasi akan menyerbu begitu saja ke dalam bola mata.

Dampak dari peralihan industri media dari cetak ke online – yang paling jelas kelihatan nyata – adalah tidak ada lagi penjual koran keliling yang keluar masuk gang menjajakan korannya, tidak ada lagi penjaja koran yang berdiri di tiap-tiap traffic light seperti petugas polisi pengatur lalu lintas, juga tidak terhitung berapa banyak jumlah para loper koran yang ekonominya jatuh tersungkur karena selama itu kehidupan keluarganya bergantung dari industri media cetak.

Sepertinya tak ada yang peduli dengan semua itu, meskipun ada sila yang menyatakan ”Kemanusiaan yang adil dan beradab".

Seperti juga saat ini, tidak ada yang peduli.

Padahal ada kabar dari laman resmi Kominfo bahwa pada tahun 2018 diketahui ada kira-kira 43 ribu portal berita online yang berkembang biak begitu saja di Indonesia, dan hanya sekitar seratusan yang terverifikasi di Dewan Pers.

Kemudian, pada periode tahun 2020-2021, ada sekitar 2700 media online yang terdaftar di Dewan Pers. Tetapi hanya ratusan jumlahnya yang masih nampak kelihatan hidup bergentayangan menayangkan berita dan informasi.

Sisanya berjumlah ribuan justru tak jelas lagi nafas kehidupannya. Entah mati suri atau sudah tidak tahu lagi bagaimana cara bernafas di dunia pers digital.

Ratusan media online yang terbukti masih bisa hidup bernafas dengan cara yang sama, dengan pola penyajian berita dan informasi dalam menu serta citarasa yang sama.

Padahal tidak ada peraturan tentang penyeragaman minat baca publik media online.

Hingga saat sekarang ini, belum tampak ada media online yang berani tampil berbeda untuk merebut segmen pasar pembaca yang berbeda-beda.

"Think different," kata Redpel Cyber88.

Uuuuuuuuuuupst.....!!!

Kenapa tidak? Berpikir berbeda juga akan melahirkan sikap dan tindakan yang berbeda dan hasilnya pun bisa saja jauh berbeda.

Dalam koridor kompetisi di dunia industri media online, tidak berdosa jika belum mendaftar dan belum terverifikasi oleh pihak Dewan Pers.

Karena Undang-Undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers pun tidak mengatur perihal seperti itu.

Yang paling berdosa justru jika pola penyajian berita dan informasi antara media online yang satu dengan lainnya tampak tak jauh berbeda – seperti ada penyeragaman.

Apa salah dan dosanya jika Cyber88 berani tampil berbeda dengan media online lainnya dan berani menawarkan banyak pilihan bagi beragam segmen pembacanya?

Ini bukan perkara beda asal beda saja. Tapi berani tampil beda dengan kecermatan membaca pangsa pasar pembaca dan dimana ada peluang, maka di situ ada tantangannya.

Kenapa harus takut tampil berbeda bukan asal berbeda?

Komentar Via Facebook :