Curhatan Warga Tak Mampu di Sukabumi yang Tak Pernah Rasakan Bansos
Ibu Cucu, warga Kampung Gudang, Desa Balekambang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengaku iri menyaksikan warga yang lebih mampu darinya mendapatkan Bansos sedangkan dirinya tidak, Minggu (18/12/2022).
CYBER88 | Sukabumi – Jauh sebelum pandemi COVID-19 terjadi, program Jaring Pengaman Sosial (JPS) telah menjadi komponen penting dalam menghadapi krisis ekonomi yang melanda Indonesia tahun 1998. Kemudian Pemerintahpun meluncurkan berbagai program untuk membantu keluarga miskin guna meringankan beban kehidupan mereka.
Di tahun 2019, sejak ditetapkannya COVID-19 sebagai bencana nasional, untuk menhadapi krisis ekonomi akibat wabah tersebut, JPS ini nampaknya menjadi program andalan yang dipilih pemerintah ketika menghadapi krisis ekonomi.
Dimasa Pandemi Covid-19, pemerintah membagi program JPS menjadi dua jenis yaitu bantuan sosial reguler dan nonreguler. Pertama, bantuan sosial reguler yaitu berupa pemberian Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako. Bahkan, melalui Menteri Sosial Pemerintah telah mengambil kebijakan untuk program PKH jumlah KPM (Keluarga Penerima Manfaat) diperluas.
Namun dari berbagai jenis program JPS yang diluncurkan oleh Pemerintah tak pernah dirasakan oleh pasangan Hamid dan Juu warga Kampung Gudang, Desa Balekambang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.
Pada Cyber88.co.id, Juju mengungkapkan bahwa selama adanya program bantuan untuk rakyat miskin, dirinya tak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah seperti yang lainnya. Padahal, untuk makan sehari-hari saja sangat susah. Kehidupannya pun terasa makin sulit saat wabah Corona melanda.
“Saya belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah baik sembako maupun uang,“ ucap Juju, Minggu (18/12/2022).
Perempuan berumur 55 tahun yang kesehariannya bekerja serabutan membersihkan rumput di sawah ini, hanya bias mengelus dada saat warga miskin lainnya mendapatkan berbagai jenis bantuan sosial dari pemerintah.
Istri dari seorang buruh tani ini pun mengaku merasa iri saat mengetahui adanya warga yang jauh lebih mampu dari keluarganya mendapatkan bantuan. Namun, dia tak bisa berbuat apa–apa dan tak tau harus mengadu kemana untuk bisa mendapatkan bantuan dari Pemerintah.
Meski demikian, Juju berharap suaranya didengar oleh pemerintah agar keluarganya mendapatkan bantuan seperti warga miskin lainnya.


Komentar Via Facebook :