Ratusan Pedagang Terancam Jadi Pengangguran
Ratusan Pedagang Terancam Jadi Pengangguran (16/01/2023)
CYBER88 | Cilegon – Ratusan pedagang yang berada di area lahan PT Krakatau Sarana Properti (KSP) melakukan rapat bersama ormas pedagang dan Lembaga guna mendengarkan aspirasi dan mendapatkan solusi. Acara berlangsung tertip di Bukit Palem Cafe, Senin (16/01/2023)
Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua umum LSM Gempur, Ketua ormas pedagang, Tokoh masyarakat Kedung dalam, Purwakarta dan Cilegon. Karang taruna kota bumi, serta ratusan pedagang.
H.Nawawi sebagai tokoh masyarakat pembina pedagang takol, menghimbau agar para pedagang membentuk koordinator kelompok di setiap wilayah, teratur, kekompakkan, jangan ada unsur politik.
Menurut Nawawi PT.KSP seharusnya merangkul dan membina para pedagang tersebut, memberikan kebijakan-kebijakan pada para pedagang yang ada di 6 titik yang akan di gusur.
"Karena biar bagaimanapun awalnya mereka berjualan di situ, digusur dan di beli lahannya oleh Krakatau steel, KSP itu harusnya dengan bijak melakukan penataan dan pembinaan bagaimana program mereka berjalan dan para pedagang juga bisa mencari nafkah untuk keluarganya." Kata Nawawi
Nawawi berharap pihak PT.KSB memberikan kebijakan dan arahan karena ini menyangkut orang banyak, yang mana mereka sudah lama berdagang di area ini.
"Jika mereka ini tidak berdagang akan banyak pengangguran. dan jika pengangguran sudah banyak di takutkan pasti akan banyak pula tindak kejahatan," paparnya.
Sementara, Budi Fatiman, sebagai ketua umum LSM Gempur sekaligus Ketua Ormas pedagang mengatakan, Dirinya dan teman-teman di sini tidak punya kepentingan apapun, hanya ingin membantu mereka para pedagang yang meminta bantuan kami. Karena tempatnya berjualan selama ini harus di kosongkan dan mereka bingung harus bagaimana.sementara mereka hanya pedagang kecil yang mencari nafkah untuk keluarga.
"Dari PT KSP sendiri tidak ada sosialisasi sebelumnya hanya melayangkan surat peringatan sebanyak 1 x yang pertama tanggal 22 November 2019 dan 2 surat pada bulan Desember dan Januari ini berisi suruh mengosongkan area 6 titik tersebut."
"Kami akan terus membantu jika bapak atau ibu memenuhi aturan yang sudah di buat dengan kata lain sebelum KSP yang menegur kami akan menegur bapak ibu terlebih dahulu. Pahami dulu poin-poinnya, apa saja aturan yang dibuat ," ujarnya.
Ketertiban, kebersihan tempat berjualan, seperti meja kursi, jam berjualan, sampah sampai bongkar pasang serta penempatan gerobak akan lebih di perhatikan.
"Saya akan membawa petugas untuk menertibkan jangan sampai selesai berjualan meja kursi di sangkutkan di pagar perumahan," ujarnya.
Dikatakan LSM Gempur, Tokoh Masyarakat, Karang Taruna mendukung penuh para pedagang kaki lima di kawasan Purwakarta dengan catatan para pedagang pahami aturan.
"Kami akan meminta kebijakkan, kami akan mengusahakan, agar teman-teman bisa mencari nafkah. Kami mendukung penuh para pedagang kaki lima di kawasan Purwakarta dengan catatan patuhi aturan-aturan yang kami buat ," pungkasnya.


Komentar Via Facebook :