Kontrak PT.Widiaya Rahmat Karya Diperpanjang, Komit Selesaikan Pekerjaan Dimasa Denda

Kontrak PT.Widiaya Rahmat Karya Diperpanjang, Komit Selesaikan Pekerjaan Dimasa Denda

CYBER88 | Sulawesi Tengah - Proyek Preservasi Jalan Nasional Ruas Molosipat-Lambunu-Mepanga Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) yang di kerjakan oleh PT.Widiaya Rahmat Karya (PT.WRK) dengan nilai kontrak Rp.21.471.522.000,- yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2022 kembali diperpanjang. Minggu, (23/01/23).

PT.WRK diberikan waktu pelaksanaan selama 272 hari sejak penandatanganan kontrak, dan berahir sampai dengan tanggal 31 Desember 2022, sebagaimana yang tertuang dalam kontrak nomor kontrak : HK.0201/SP.MLMT/BB.14.6.1/71

Selain pemeliharaan rutin sepanjang ruas tersebut, PT.WRK memiliki items pekerjaan efektif berupa : katingan, peningkatan struktur jalan, saluran drainase, kubus beton penahan abrasi pantai, dan rabat bahu jalan.

Dari berbagai item pekerjaan efektif tersebut, PT.WRK harus menerima sanksi berupa denda keterlambatan, dalam proses perpanjangan waktu dan pemberian kesempatan untuk menyelesaikan sisa volume pekerjaan selama 50 hari kedepan, sebagaimana yang di atur pada Perpres No 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Rafli Sukaan Tokoh Pemuda Kabupaten Parigi Moutong memberikan apresiasi kepada pihak kontraktor pelaksana (PT.WRK) atas pelaksanaan paket Preservasi Jalan Nasional di wilayah Kabupaten Parimo. 

Menurut Rafli, sangat jarang kontraktor tetap berkomitmen menyelesaikan pekerjaan di masa denda, apa lagi kita mengetahui bersama, setelah paket berjalan, terjadi kenaikan BBM.

Tentunya kebijakan itu, sangat berdampak pada nilai kontrak, karena sudah bisa di pastikan, dengan kenaikan BBM tersebut, harga material baik itu pabrikasi mapun non pabrikasi telah terjadi kenaikan harga.

Dengan kenaikan harga BBM tersebut, tentunya pihak kontraktor mengalami kerugian, karena pada saat tender rata-rata pihak kontraktor diduga hanya menawar 80% kebawah (buang 20 persen keatas) beber Rapli ketika di temui di rumah kediamannya pekan lalu.

PT.WRK melalui kuasa direktur H.Akbar Usman, yang juga sebagai kontraktor pelaksan ketika di konfirmasi media ini via telepon seluler pada Minggu (22/01) mengatakan, "mau di apa pak, memang kenaikan BBM beberapa bulan yang lalu, sangat berdampak pada nilai kontrak. Yang namanya tanggung jawab, sekalipun kita tinggal merangkak, tetap di selesaikan kewajiban, iya benar masih ada sedikit sisa volume pekerjaan di akhir masa kontrak, dan itu telah kami selesaikan sekalipun bekerja di masa denda," urai Usman. 

Lanjut kata H. Akbar Usman, memang benar, hampir semua paket-paket di BPJN Wilayah XIV Sulteng, itu kontraktor menawar 80 persen, karna kalau kita menawar di atas 80 persen, sudah bisa di pastikan kita tidak akan mendapatkan pekerjaan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK 2.1) PJN Sulteng Reza Maulana Hermawan, ketika di konfirmasi via pesan WhatsApp mengatakan, memang benar masih ada sedikit sisa pekerjaan PT WRK di akhir masa kontrak 31 Desember 2022.

Dan PT WRK tetap bersedia untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut, sekalipun bekerja di masa denda, "dan kami pun tetap melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan tersebut, agar pihak penyedia Jasa (PJ) tetap bekerja sesuai dengan spek yang ada," ucap Reza.

Komentar Via Facebook :