Komisi D DPRD Cilacap Turun Langsung Memantau Penimbangan Serempak dan Menyerahkan PMT

Komisi D DPRD Cilacap Turun Langsung Memantau Penimbangan Serempak dan Menyerahkan PMT

CYBER88 | Cilacap -- Komisi D DPRD Cilacap laksanakan kegiatan peninjauan kerja terkait penanganan Stunting PMT Bagi Balita Stunting di Desa Sindangbarang Kecamatan Karangpucung, Rabu (15/02/23).

Acara yang di hadiri oleh Forklmpimcam, Dinkes Puskesmas Karangpucung l, KorwilnDinas P dan K serta seluruh kader Posyandu Se- Desa Sindangbarang, untuk bantuan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) Selain kepada 23 balita stunting juga diberikan kepada Bumil KEK (Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronik).

Lebih lanjut Nike Yunita Wakil Ketua Komisi D DPRD Cilacap mengatakan, bantuan PMT yang diberikan meski tidak seberapa ini merupakan implementasi dari apa yang sudah menjadi komitmen Yunita bagi masyarakat di Desa Sindangbarang yang mana telah menghantarkan mereka menjadi anggota DPRD Cilacap.Hal ini juga dilakukan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk mengurangi stunting di Kabupaten Cilacap.

Nike Yunita berharap agar dengan adanya bantuan PMT ini bisa menekan adanya stunting dan Bumil KEK di Desa Sindangbarang, sehingga setiap tahun angkanya bisa ditekan atau berkurang sembari meminta kepada orang tua untuk selalu memperhatikan keseimbangan gizi anak-anaknya.

Selain itu Nike Yunita sebagai anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan ini juga berharap adanya kerjasama antara aparat Desa dan BPD untuk bekerja keras dalam menekan atau mengurangi stunting dan Bumil KEK di wilayah Desa Sindangbarang.

Senada dengan Yunita, ketua Komisi D DPRD Cilacap dari Fraksi PKB, Didi Yudi Cahyadi juga mengatakan bahwa bantuan PMT yang diberikan paling tidak bisa meringankan beban dan merupakan sesuatu yang tulus yang diberikan kepada 23 balita stunting dan Bumil KEK di wilayah Desa Sindangbarang Kecamatan Karangpucung.

Kembali Nike Yunita menyebutkan bahwa sebenarnya di Desa Sindangbarang tidak perlu ada kasus stunting jika kita semua benar-benar punya niat untuk itu. Ia menjelaskan, stunting ini usia kritisnya itu ada di 1000 hari pertama. Artinya dari seseorang mau menikah harus sehat terlebih dahulu. Jika perlu sebelum menikah sebaiknya dicek up dulu kesehatannya sehingga tidak terjadi apa-apa di kemudian hari.

Lanjutnya mengatakan, stunting ini bisa terjadi karena adanya kelalaian kita orang tua dalam memberikan makan kepada calon bayi atau anak.Menurutnya, jika stunting ini terjadi pada anak yang sudah berusia lebih dari 2 tahun, maka akan menjadi sedikit sulit bagi kita untuk memulihkannya sambil mengatakan stunting ini bisa diatasi jika kita bisa memanfaatkan secara baik bahan makanan yang ada disekitar kita.

Yunita berharap, meski dengan bantuan yang tidak seberapa ini bisa memberikan motivasi kepada para orangtua bagaimana cara memberikan makanan yang sehat bagi anak-anak mereka, terutama gizi yang seimbang dan bisa menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Sebagai anggota DPRD yang berasal dari Kecamatan Karangpucung, Nike Yunita tetap berkomitmen untuk mensuport masyarakat dalam memperhatikan anak-anak mereka terutama di usia-usia rawan, sehingga kasus stunting ini tidak terjadi lagi.

Sementara itu, Salah satu warga Sindangbarang yang enggan disebutkan namanya menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota DPRD Komisi D Cilacap yang telah memberikan bantuan PMT kepada 26 anak stunting dan Bumil KEK di desanya.

“Kami atas nama masyarakat dan pemerintah desa Sindangbarang menyampaikan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada anggota dewan kita yang hadir hari ini disini. Kita saling bahu membahu, kerjasama untuk menekan angka stunting di Desa Sindangbarang,” ungkapnya.

Meski bantuan PMT yang diberikan tersebut tidak seberapa namun masyarakat berharap agar bantuan ini bisa bermanfaat bagi anak-anak stunting dan Bumil KEK di wilayah Desa Sindangbarang sekaligus mengingatkan kepada orangtua untuk tetap mengikuti program PMT selama 6 bulan (180) hari kedepan.(Bah Gatan).

Komentar Via Facebook :