Kelurahan Gerem Raih Juara Lomba Cipta Menu Isi Piringku

Kelurahan Gerem Raih Juara Lomba Cipta Menu Isi Piringku

CYBER88 | Cilegon – Dalam rangka Hari gizi Nasional UPTD Puskesmas Grogol bekerja sama dengan indofood NSF menggelar acara Lomba Cipta Menu tingkat Kecamatan Grogol tahun 3023. Bertempat di Aula Puskesmas Grogol lantai 2. Senin (27/02/2023).

Program penurunan stunting yang sedang di galakkan di berbagai tempat menjadi perhatian tersendiri untuk menurunkan angka stunting di Kota Cilegon, khususnya Kecamatan Grogol, dengan mengangkat tema "Isi Piringku Kini Kaya Protein Hewani, Cegah Stunting" acara berlangsung seru dan ceria.

Diikuti 5 tim terdiri dari ibu-ibu kader Posyandu dari Kelurahan Grogol mengirim 2 tim (tim 1 dan tim 2), Kelurahan Rawaarum mengirim 1 tim (tim 3) dan kelurahan Gerem mengirim 2 tim (tim 4 dan tim 5). juri inti sendiri berjumlah  3 orang yaitu, H.Sri dari PKK Kecamatan, IFA Nurjanah selaku ahli gizi. Drg.Pebriant Damayanti, yang akrab di panggil Drg Maya, selaku juri utama.

Kegiatan terselenggara atas kerja sama Puskesmas Grogol bersama Indofood NSF yang dalam hal ini indofood NSF mensuport kegiatan lomba dengan memberikan hadiah-hadiah bagi para pemenang. 

Drg. Pebriant Damayanti  Kepala Puskesmas Grogol dalam acara ini sebagai juri utama menjelaskan, "Acara ini dalam rangka peringatan Hari gizi nasional yang jatuh di terjadi akhir Januari dan baru kita laksanakan sekarang, tujuannya untuk melihat bagaimana masyarakat itu bisa mengetahui tentang menu menu pemenuhan gizi bagi ibu hamil bayi baduta yang ada di sekeliling kita." 

Lebih lanjut, "ini juga salah satu upaya kita untuk menurunkan angka stunting bagaimana kita akan mencukupi kebutuhan gizi bagi ibu hamil yang mulai dari awalnya itu memang gizinya harus diperhatikan kemudian, setelah melahirkan, kemudian bayi, baduta dan balita juga asupan gizinya tentu saja harus sesuai, jangan sampai dapat menu yang tidak sesuai dengan usia pertumbuhannya."

Menurutnya ini merupakan salah satu bagian dari upaya untuk mengedukasi warga, karena Kader merupakan ujung tombak, yang nantinya akan berperan banyak di masyarakat.

Komponen penilaiannya mulai dari kesesuaian menu, bentuknya yang sesuai menunya, betul sesuai atau tidak untuk ibu hamil sesuai tidak untuk baduta, kedua rasanya, menu ibu hamil dan menu Baduta itu tidak boleh yang terlalu tajam tidak boleh terlalu asin misalkan terlalu pedas, di liat kreativitasnya Kemudian dari variasi menu nya Kemudian dari olahan pangan lokalnya kita jadi tadi memang yang kita lihat  makanan lokal itu banyak di Indonesia.Windy Astuti Diadara selaku ketua PKK merasa terharu  dan bangga melihat keberhasilan 2 tim yang mewakili Kelurahan Gerem menjadi juara 1 dan 3 dalam lomba ini.

"Tidak bisa di pungkiri kreasi teman- teman kita dari kelurahan lain juga bagus-bagus, persaingan yang menegangkan tetapi Alhamdulillah kedua tim dari kelurahan Gerem bisa pulang membawa kemenangan juga pengalaman." Ucapnya.

Kedepan kelurahan Gerem akan meneruskan perlombaan di tingkat kota, ibu lurah yang cantik ini harus mempersiapkan sesuatu yang lebih baik lagi.

"Untuk ke tingkat kota nanti tentunya kami akan mempersiapkan sebaik mungkin, baik bentuk, rasa, dan juga nilai gizi. Hari ini kami banyak mendapatkan pengalaman, semoga kami berhasil dalam tingkat kota nanti," imbuhnya.

Sementara, tim Gerem 1 tim Usreg yang diwakilkan oleh Saliah dari Kelurahan gerem menerangkan," Menu untuk ibu hamil yang kita sediakan ada nasi merah, tempe, sama bola-bola teri nasi dan juga sayur daun kelor, wortel, jagung untuk buahnya ada buah pir dan buah naga,."

"saya rasakan senang sekali senang dan ini juga buat pengalaman bagi saya untuk semoga kedepannya mudah - mudahan lebih semangat dan lebih baik lagi. 

Tim ke dua yang mendapat juara ke tiga yaitu, Marfuah perwakilan dari Posyandu pisang 2 Kelurahan gerem Kecamatan Grogol kota Cilegon, menambahkan, "kami menyajikan menu untuk ibu hamil dan baduta untuk ibu hamil sendiri nasi kita ganti dengan singkong, untuk pengganti nasi disajikan lengkap dengan lauk sayur beserta buah, sayurnya sendiri disini kita pakai wortel, daun kelor, karena daun kelor itu bagus untuk perkembangan janin ibu hamil kemudian buahnya pakai buah pisang dan juga  jus jambu merah," urainya.

"untuk kreasi baduta sendiri kita pakai nasi, nasi itu kita bikin roll pakai telur di dalamnya kita isi dengan sayuran wortel dan buncis agar anak-anak yang tidak suka sayur sudah menjadi satu dengan nasi itu sendiri. kemudian ikannya juga kita pakai ikan kue juga ikan kerapu."sambungnya.

"Alhamdulillah bersyukur sekali perjuangan kita tidak sia-sia menjadi juara ketiga. Kelurahan Gerem ada 2 perwakilan 2 pemenang ke-1 dan ke-3. Terima kasih pihak Puskesmas yang sudah menyelenggarakan acara ini kami jadi tahu antara gizi seimbang untuk balita dan ibu hamil," pungkasnya.

Komentar Via Facebook :