Program Brilian, Program Satu Desa Satu Eksavator di Sumsel Segera Diluncurkan
CYBER88 | Sumsel -- Program Satu Desa Satu eksavator untuk multiguna segera terwujud di Provinsi Sumatera Selatan. Hal ini merupakan solusi yang ditunggu kelompok tani disaat sulitnya membuka lahan tanpa membakar yang bertentangan dengan program Karhutlah.
Program rancak yang diinisiasi Abusari mantan ketua DPRD Muba yang sempat bergaung di bumi Serasan Sekate ini mendapat sambutan dari Pemprov Sumsel.
Gayung bersambut Pemprov Sumsel berencana merealisasikan program satu desa satu excavator untuk di Sumsel yang akan direalisasikan Pada anggaran perubahan th 2023.
"Pemprov Sumsel akan memberikan bantuan satu eksavator untuk satu kecamatan di 17 kabupaten kota,” kata Abusari, Jum’at (3/3/2023).
Menurutnya, setelah sukses mendukung program gubernur Sumsel dalam program satu desa satu penyuluh pertanian, kini ia juga menginisiasi program satu desa satu excavator.
Program ini merupakan keberpihakan pemerintah pada petani yang terkendala membuka lahan adanya larangan Karhutlah.
Keberadaan eksavator ini nantinya menjadi solusi bagi petani untuk membuka lahan tanpa membakar, juga berfungsi untuk perawatan infrastruktur maupun pembangunan jalan atau pun lainnya, kata wakil ketua komisi II DPRD Sumsel tersebut.
Langkah awal, proyek percontohan Pemprov Sumsel akan melakukan pengadaan 240 unit eksavator untuk 240 kecamatan di Sumsel. Selanjutnya untuk melengkapi program satu desa satu eksavator, akan dibuat perda/pergub mewajibkan kepala daerah masing-masing kabupaten/kota se-sumsel melakukan pengadaan eksavator di setiap desa dan kelurahan," Tuturnya.
Hal ini sebelumnya diberitakan, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Musi Banyuasin (Muba) Abusari SH, M Si, menagih janji Pemkab Muba untuk merealisasikan program satu desa satu excavator. Program tersebut pernah dicetuskan pada
Pekan Daerah (PEDA) KTNA-13 Sumsel yang digelar di Muba. Program cantik tersebutpun merupakan solusi bagi petani untuk membuka lahan tanpa membakar.
Wacananya akan diadakan satu excavator untuk satu desa satu Alat berat tersebut akan memiliki fungsi multi guna, disamping untuk membuka lahan tanpa membakar, juga bisa digunakan untuk pembangunan atau perbaikan infrastruktur jalan termasuk fasilitas lainnya yang dikelola melalui BUMDES, kata Abusari dalam siaran podcast PWI Muba, Minggu malam (5/2/2023).
Menurut dia, program tersebut merupakan solusi brilian dimana petani dibantu untuk membuka lahan pertanian atau perkebunan tanpa membakar yang selaras dengan program Karhutlah. Hanya saja program tersebut hingga saat ini belum terealisasi.
Karena jika dibiarkan sangat mungkin terjadi pada 10 atau 20 tahun lagi masyarakat akan menjual semua lahannya kepada perusahaan karena tidak mampu untuk mengelola lahannya. Demikian dikatakannya pada media online belum lama ini. (EFK).


Komentar Via Facebook :