Kerjasama PTPN bersama PT. Bintang Disinyalir Timbulkan Bencana bagi Warga Desa Curug Rendeng, Benarkah?

Kerjasama PTPN bersama PT. Bintang Disinyalir Timbulkan Bencana bagi Warga Desa Curug Rendeng, Benarkah?

CYBER88 | Subang – Banjir lumpur setinggi mata kaki orang dewasa melanda Desa Curug Rendeng, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Hal ini kedua kalinya terjadi pasca proyek kerjasama antara PT. Bintang dan PTPN di tanah ex-HGU PTPN bekas kebun teh yang kini alih fungsi menjadi kebun kentang pada beberapa waktu silam.

Mewakili warga, Indra Zainal Alim yang juga sebagai pembina Paguyuban Petani Nanas (Papanas) mengeluhkan kejadian ini. Pasalnya, lumpur yang membanjiri pemukiman sangat merugikan warga, apalagi tanah yang terlarut cukup pekat dan akan menjadi endapan tebal saat surut, Rabu (5/4).

Indra menyebut, banjir lumpur yang kedua kalinya ini mangalir dari wilayah Cisaat. Meski sebelumnya pihak pengelola perkebunan kentang (PT. Bintang) bertanggung jawab, namun kali ini belum memberikan tanggapan sama sekali. Namun jika tidak mendapati solusi, dirinya akan melayangkan gugatan Class Action.

"Ini sebagai peringatan yang akan saya layangkan berkaitan dengan lingkungan sekitar, terutama PT. Bintang dan PTPN yang melakukan kerjasama dalam pengelolaan perkebunan kentang," tegas Indra saat ditemui di ruang kerjanya usai menghimpun pendapat warga dan para petani terdampak.

Ia menilai, banjir lumpur yang melanda akibat alih fungsi lahan di atas Gunung Cinta. Kemungkinannya, sejak awal alih fungsi terdapat hal yang terlewat terkait Amdal, dimana seharusnya pengelola perkebunan mampu menganalisis dampak kedepan, terutama saat hujan.

Selain itu, Indra juga meminta dinas terkait untuk terjun langsung ke lokasi mencarikan solusi dan mengecam PTPN untuk bertanggung jawab. (Rudi)

Komentar Via Facebook :