Pelabuhan Merak Mulai Alami Penumpukan, ASDP Lakukan Pemisahan Jenis Kendaraan

Pelabuhan Merak Mulai Alami Penumpukan, ASDP Lakukan Pemisahan Jenis Kendaraan

CYBER88 | CIlegon – Jelang arus mudik lebaran di Pelabuhan Merak, tren pergerakan penumpang dan kendaraan selama beberapa hari terakhir terus menunjukkan peningkatan, sehingga perlu upaya antisipasi agar lalu lintas tetap lancar, Rabu (19/4).

PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyebut, pola operasi distribusi penumpang dan kendaraan menjadi kunci sukses penyelenggaraan angkutan lebaran tahun 2023. Maka dari itu, demi mengurai pergerakan dilakukan pemisahan jenis kendaraan. Untuk kendaraan roda dua dan truk didistribusikan ke Pelabuhan Ciwandan, sedangkan kendaraan roda empat dan bus ke Pelabuhan Merak.

Menurut Ira Puspa Dewi, Dirut ASDP, kapasitas pelabuhan dan pengangkutan menjadi yang paling kritikal dari pola operasi saat ini. Berdasarkan data Posko Merak selama 24 jam sejak 17 April 2023 pukul 08.00 WIB hingga 18 April 2023 pukul 08.00 WIB, tercatat 82.448 orang penumpang.

Untuk realisasi kendaraan roda dua mencapai 4.441 unit dan kendaraan roda empat mencapai 10.650 unit. Total seluruh kendaraan tercatat 18.195 unit yang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera pada H-5.

Total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera mulai dari H-10 hingga H-5 tercatat 339.340 orang atau naik 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni sebanyak 310.196 orang.

Sementara, total kendaraan yang telah menyeberang, tercatat 78.522 unit atau naik 6 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 74.156 unit.

“Jadi, persiapannya kita ingin pastikan terutama adalah penguraian kendaraan di Cilegon Timur,” ujar Ira.

Meski pergerakan cenderung meningkat, ASDP mengklaim tidak ada penumpukan kendaraan lantaran masyarakat secara umum telah disiplin mengikuti aturan perjalanan yang telah ditentukan. Tiket kapal sudah bisa di beli sejak H-60 sehingga masyarakat telah merencanakan perjalanan dengan baik.

Untuk itu ASDP memohon kerja sama semua pihak bahwa reservasi harus dilakukan minimal H-1 sebelum keberangkatan karena tidak ada lagi tiket yang dijual di pelabuhan.

“Kalau dalam mudik itu, volume padat adalah biasa, tetapi, jika semua menjaga kedisiplinan untuk punya tiket dari awal maka akan sangat membantu semua,” pungkasnya.

Komentar Via Facebook :