Masyarakat Harus Waspada, Ini Imbauan Terbaru BMKG
CYBER88.CO.ID -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi terjadinya puncak El Nino di Indonesia.
Sub Koordinator Bidang Analis dan Informasi Iklim Amsari Mudzakir Setiawan menyebut puncak El Nino diperkirakan terjadi pada periode November dan Desember 2023 hingga Januari 2024.
Oleh karena itu, BMKG pun mengimbau agar masyarakat mempersiapkan datangnya musim kemarau berkepanjangan.
Menurutnya, selama tiga tahun sebelumnya, masyarakat terbiasa menghadapi hujan karena El Nina. Sedangkan pada tahun ini, El Nina berhenti dan berangsur-angsur ke El Nino.
Adapun El Nino merupakan suatu fenomena pemanasan suhu muka laut (SML) di atas kondisi normalnya. Siklusnya, kata Amsari, biasanya akan mencapai puncak pada akhir tahun kemudian meluruh lagi.
El Nino sendiri tidak terjadi di Indonesia tetapi di Samudera Pasifik tropis bagian tengah.
Meski demikian, El Nino berdampak pada cuaca atau iklim di Tanah Air.
Pada Juni 2023 ini, BMKG masih memantau kemungkinan terjadinya El Nino sejak pertengahan Mei lalu.
Katanya, dari pantauan BMKG dan badan meteorologi dunia lainnya, Indeks Niño 3.4 sejak pertengahan Mei sudah melewati batas 0,5.
Sebagai informasi, Indeks Niño 3.4 adalah indeks yang menunjukkan apakah El Nino sudah terjadi atau belum.
El Nino dipastikan terjadi apabila Indeks Nino 3.4 melewati 0,5 selama 3 bulan berturut-turut.
Amsari memperkirakan bahwa El Nino akan mulai terjadi pada periode Mei, Juni, dan Juli. Namun, hal itu perlu konfirmasi sekitar dua bulan lagi untuk menyatakan El Nino sudah terjadi.
Sementara itu, El Nino yang kemungkinan terjadi di Indonesia akan berdampak pada cuaca di sejumlah wilayah.
Dampak El Nino dapat berupa pengurangan curah hujan, kekeringan, hingga kebakaran hutan. Untuk periode Juni sampai Desember 2023, hampir seluruh wilayah di Indonesia hujannya terdampak kondisi El Nino.
Sedangkan untuk periode Desember 2023 sampai Februari 2024, dampak El Nino akan terasa di beberapa wilayah.
Seperti Jawa bagian utara, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
Sementara untuk wilayah Indonesia bagian barat, Amsari menilai tidak terlalu terdampak untuk periode Desember 2023 hingga Mei 2024.
Di sisi lain, Amsari juga mengimbau kepada masyarakat untuk terus memantau perkembangan terkait iklim maupun cuaca dari BMKG. Pasalnya hingga kini pihaknya juga terus memantau pertumbuhan El Nino apakah jadi lahir atau tidak. (*)


Komentar Via Facebook :