Dukung Event CSS XXI 2023, Danone-AQUA dan Nazava Water Filters Terus Sosialisasikan Sanitasi Air Layak dan Aman Diminum
CYBER88 | Bandung, -- Dalam upaya mendukung Program Pemerintah Indonesia yang telah mentargetkan tahun 2020-2024! ketersediaan akses air minum layak sebesar 100 % dan akses air minum aman sebesar 15 %.
Namun demikian fakta dan kondisi dilapangan sekarang ini masih menyisakan adanya masyarakat Indonesia yang masih memiliki kekurangan akses air minum layak untuk diminum, termasuk didunia pendidikan kita.
Salah satu penggagas Danone-AQUA dan Nazava Water Filters Dibawah Pimpinan Co Founder Guido Van Hofwegen mengatakan siswa sekolah harus sehat secara fisik dan mental, bilamana ingin menyerap ilmu dan belajar dengan baik.
"Bilamana kurangnya akses air minum yang layak konsumsi saat siswa kehausan atau ingin ke toilet, tentunya siswa tersebut akan merasa cemas yang pada ujungnya akan mempengaruhi kemampuan mereka dalam menyerap ilmu atau pelajaran disekolah,” kata Co Founder Guido Van Hofwegen, saat mempresentasikan Sanitasi dan Air Bersih pada CSS Fair Tahun 2023 di Dome Balerame, Soreang, Kabupaten Bandung, Jum'at (16/6/23).

"Ketersediaan sumber akses air bersih dengan sanitasi dan higienis terjamin sangat penting dalam mendukung kesehatan fisik dan mental para siswa, sehingga bisa terhindar dari wabah penyakit," tambahnya.
Saat mengikuti CSS XXI Tahun 2023 ini, Guido menyampaikan hasil dari kerjasama yang telah dibangun antara Danone-AQUA dan Nazava Water Filters dengan 10 Sekolah meliputi Kecamatan Soreang, Kecamatan Ciwidey, dalam bentuk menyediakan alat penyaring air minum disekolah.
"Tentunya lewat kerjasama ini, pihaknya ingin memberi kepastian terhadap tercukupinya hidrasi sehat, sehingga akan mampu membantu meningkatkan konsentrasi dan daya pikir siswa, serta dapat melakukan pencegahan dini terhadap penyakit diabetes anak, yang disebabkan oleh meminum kadar minuman bergula," jelasnya.
Selain itu, Guido Van Hofwegen berharap tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap air minum yang aman dan layak dikonsumsi, karena dengan terpelihara kualitas sanitasi termasuk air minum didalamnya akan berperan penting dalam rangka menurunkan angka stunting karena faktor infeksi berulang. Sebagai contoh penyakit diare, yang diakibatkan kurangnya mengkonsumsi air yang layak dan aman untuk diminum.* (Arif)


Komentar Via Facebook :