Proyek Peningkatan Jalan Pangauban-Girimukti yang Telan Anggaran 4M, Dinilai Kurang Profesional dan Terkesan Tertutup

Proyek Peningkatan Jalan Pangauban-Girimukti yang Telan Anggaran 4M, Dinilai Kurang Profesional dan Terkesan Tertutup

CYBER88 | Bandung Barat, -- Setelah beberapa kali viral di media sosial terkait kondisi jalan Pangauban - Batujajar Bandung Barat, akhirnya pertengahan mei kemarin jalan tersebut mulai dibangun. 

Hanya saja, beberapa pihak mulai menyoroti lantaran proyek yang menelan anggaran Rp.4miliar lebih ini dinilai kurang lambat dalam pengerjaannya. Masyarakat sekitar mulai mengeluh karena dampak dari pekerjaan tersebut sangat menganggu aktifitas.

Pengurugan tanah yang telah digali oleh alat berat nampak semberawut. Mungkin karena pekerja lapangan yang hanya 10 orang dibagi dalam 2 titik pengerjaan yaitu di pengurugan dan pengecoran.

Galian untuk drainase atau diperuntukkan untuk apa dengan kedalaman sekitar 1m tidak segera ditutup dan tidak menggunakan police line atau pengaman selama berminggu-minggu sedangkan itu persis didepan sekolah, sehingga sangat membahayakan anak sekolah dan pengguna jalan,” Ungkap salah satu tokoh masyarakat yang ada di wiayah tersebut, pada Cyber88.co.id. 

“Apalagi kalau hujan turun selain banjir jalanan juga menjadi licin dan membahayakan pengendara sepeda motor,” Imbuhnya.

Tokoh tersebut mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan hal tersebut kepada pelaksana proyek. Namun, sambung dia, sayangnya pihak pelaksana tidak mengindahkan.

Tak hanya itu, tokoh masyarakat tersebur menyoal Papan informasi proyek yang hanya ditempel digudang peralatan dan tidak terlihat jelas seperti yang seharusnya. 

Menurut dia, informasi yang ada di papan proyek tersebut kurang lengkap, seperti volume pengerjaan, masa kerja, anggaran dari mana dan alamat perusahaan yang mengerjakan.

Ia juga mengatakan bahwa masyarakat punya peran ikut aktif dalam pengawasan pembangunan yang dibiayai oleh uang rakyat. Hal itu sanga penting untuk mengurangi korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di segala sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kinoy pelaksana proyek dari CV Kurniawan Putra dilapangan menyampaikan kepada Cyber.co.id bahwa hal ini akan segera diperbaiki.

Sabtu (16/06/23) media Cyber88 kembali meninjau lokasi proyek, namun diterlihat para pekerja pengurugan pada jam 9.30 masih duduk duduk santai. 

Kami belum ngopi apalagi sarapan Pa jadi agak sedikit ngantuk, mau beli kewarung juga ga ada uang,” Kata para pekerja yang diupah harian ini.

Diduga dengan tidak mencantumkan masa kerja dipapan proyek karena perusahaan ini sengaja memangkas beberapa anggaran untuk mengirit pengerjaan, padahal masyarakat sangat memerlukan sekali secepatnya jalan ini bisa digunakan, ujar salah seorang tokoh masyarakat. (Yus')

Komentar Via Facebook :