Ribuan Masyarakat Tergabung Aliansi Pemuda Melayu Demo Didepan Kantor BP Batam
CYBER88 | BATAM - Masyarakat Melayu Rempang Galang demo besar-besaran didepan kantor BP Batam, Rabu (23/8/23).
Mereka menuntut menolak rencana relokasi pembangunan Mega proyek Rempang Eko City yang dilakukan BP Batam.
Ribuan massa tersebut berasal dari 57 kampung adat yang terdapat dikota batam. Massa datang mulai pukul 08.00 wib menggunakan mobil dump truk, pick up dan motor, massa mengenakan baju khas Melayu dan mereka membawa spanduk bertuliskan penolakan relokasi.
Ada empat poin mereka sampaikan dalam orasinya dan ke empat poin tersebut yaitu, warga menolak relokasi 16 titik kampung tua di Pulau Rempang dan Galang. Warga minta bubarkan BP Batam, meminta pemerintah mengakui tanah adat melayu, dan meminta pemerintah menghentikan intimidasi terhadap masyarakat yang menolak relokasi Kampung Tua, kata salah seorang orasi diatas mobil .
Massa meminta BP Batam, Muhammad Rudi menemui warga agar menyampaikan tuntutan mereka.
Beberapa saat orasi , Rudi menemui warga dan menyampaikan kepada massa, pembangunan Mega proyek Eko City di pulau Rempang - Galang dimulai sejak tahun 2004 sesuai MOU antara Pemerintah Kota Batam, BP Batam dan PT Megah Elok Graha milik Tommy Winata, kata Rudi.
Setelah dua dekade terkatung - katung perusahaan Artha Group milik Tommy Winata itu akan berinvestasi kembali dan "saya hanya meneruskan saja sesuai perjanjian MOU," ucapnya.
Setelah didengar penyampaian Rudi dihadapan massa, justru massa meneriaki menolak relokasi pembangunan Mega proyek itu, dengan teriakan "tolak, tolak relokasi"
Rudi menjanjikan, akan memperjuangkan dan membawa masalah 16 titik kampung tua kepemerintah pusat supaya diakui.
Saat ini, BP Batam sedang melakukan verifikasi lahan apakah kampung tua masuk hutan lindung atau tidak dan berjanji lahan warga yang masuk kampung tua akan dikeluarkan dari wilayah konsesi inestasi PT Megah Elok Graha, ungkap Rudi.
Setelah mendengar jawaban dari kepala BP Batam, massa bubar berjalan tertib dan tidak ada keributan.
Selama demo berlangsung, ratusan aparat kepolisian, TNI, Dirpam, dan Satpol PP bersiaga menjaga keamanan para pendemo.


Komentar Via Facebook :