LSM Minta Kejaksaan Usut Dugaan Penyelewengan Anggaran Di UPT Trans Batam
CYBER88 | Batam - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) meminta Kejaksaan Negeri atau Kejari Batam mengusut dugaan penyelewengan anggaran pemeliharaan Trans Batam yang menyentuh ratusan juta rupiah.
Hal ini disampaikan oleh Albert pada media Cyber88 pada Senin (25/8/23) lalu.
Ia merinci, belanja operasional dan pemeliharaan 6 moda transportasi Trans Batam ini yang pengerjaannya diduga asal jadi.
Berdasarkan data yang didapatkan, setiap koridor memiliki anggaran belanja operasional dan pemeliharaan yang beda-beda.
Untuk koridor satu yang mencakup rute Sekupang - Batam Center dan Jodoh biayanya mencapai Rp. 3.212.599.356.
Kemudian rute dua yakni Tanjung Uncang- Batam Centre mencapai Rp 1.490.934.564.
Rute atau koridor 3 Rp 131. 044.718, lalu untuk rute atau koridor empat yakni Sagulung- Sekupang mencapai angka Rp 1.117.106.260.
Koridor lima dengan rute Jodoh - Batam Centre menelan anggaran hingga Rp 1.107. 500.936.
Koridor enam Tanjung piayu-Batam centre Rp 1.210. 208.200. Koridor tujuh Nongsa- Batam centre Rp 1.210.208.200, Nongsa- Batam centre Rp 321. 784.400 ( september- Desember 2021), terakhir, koridor delapan Punggur - Jodoh Rp 1. 490.934.564.
Menurut Albert, Dinas Perhubungan telah menenderkan anggaran tersebut dengan tiga operator sebagai pemenang tender dalam pengerjaan pada bus yang beroperasi pada rute atau koridor tersebut.
Namun menurutnya, ketiga operator tersebut seperti ada dugaan permainan dengan pemerintah dalam proses penganggarannya.
"Walaupun sudah berjalan anggaran pemeliharaannya , diduga ada permainan anggaran BBM nya tidak sesuai jumlah trayeknya" ujar Albert.
Ia menyebutkan, biaya peremajaan bus seharusnya tidak menelan anggaran yang besar. Namun berdasarkan temuan tersebut ia menduga nilai yang di anggarkan untuk per unit tersebut tidak masuk akal.
"Kalau dilihat dari pengecatannya per satu unit mobil cuma hanya Rp 15 jutaan , tapi menurut kepala UPT Trans Batam, Bambang Sucipto bahwa pengecatan per satu unit mobil biayanya mencapai Rp 25 jutaan" ungkapnya.
"Tidak masuk akal 25 juta per 1 unit untuk pengecatannya, sementara hasilnya tidak sesuai yang diharapkan. Makanya pihak penegak hukum secepatnya segera mengusut dugaan penyelewengan anggaran pemeliharaan di UPT trans Batam" jelasnya.
Albert juga berencana akan segera melaporkan dugaan tersebut kepada Kejari Batam dan meminta agar pihak penegak hukum melakukan pengecekan untuk penganggaran tersebut.
"Waktu dekat ini kami akan melaporkannya keKejaksaan supaya diusut adanya dugaan permainan oknum kepala UPT trans Batam" kata Albert.
Sewaktu dihubungi, Kadishub Kota Batam Salim lewat whatshap , justru mengarahkan supaya menjumpai Kepala UPT Trans Batam "karena dianya yang bisa menerangkan hal tersebut", ujarnya dengan singkat.
Kepala UPT Trans Batam, Bambang Sucipto juga saat dijumpai di ruangannya terkesan enggan untuk berkomentar terkait temuan tersebut .
"Sudahlah tak usah dipertanyakan soal itu dan kita berteman saja dan apa perlu saya bantu ? Dan ngak perlu ungkit-ungkit masalah itu" ucapnya dengan santai.


Komentar Via Facebook :