Partai PKS Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat
CYBER88 | Garut -- Dr Hani Firdiani, istri Wakil Bupati Garut dr.Helmi Budiman sebagai calon legislatif anggota DPR RI Jabar Xl pada pemilu 2024 merupakan kepercayaan dan amanah langsung dari hasil Musyawarah Daerah (Musda) PKS yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.
"Pencalonan saya pertama kali dan saya di amanahkan untuk langsung mencalonkan di DPR Pusat, terutama salah satunya adalah lebih menguatkan aspirasi masyarakat Garut di Senayan atau tingkat pusat," ungkapnya saat ditemui di sela-sela acara kunjungan Wakil Bupati Garut pada kegiatan Kursus Nasir Pembina Pramuka Tingkat Dasar Kwartir Ranting Cibatu di Lapangan Desa Kertajaya, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa- Barat, Jum'at (25/08/2023).
Kendati demikian, Ia menuturkan, sebagai Wakil Ketua Tim Penggerak PKK kegiatan sosial yang dilakukan merupakan kegiatan rutin melakukan pembinaan ke desa-desa sepertinya bukan hal yang aneh.
"Saya terjun ke masyarakat karena bapak 9 tahun menjadi Wakil Bupati saya berada di tengah-tengah masyarakat, jadi permasalahan Kabupaten Garut, ya sudah cukup banyak paham tentang permasalahan," tuturnya.
Kehadiran Dr.Hani Firdiani di tengah-tengah masyarakat bersamaan dengan kunjungan Wakil Bupati Garut mendapat sambutan dari masyarakat yang sangat antusias terhadap pencalonan dirinya sebagai wakil rakyat.
"Alhamdulillah tanggapan maupun dukungan masyarakat sambutanya baik, saya tidak menyangka karena pencalonan saya juga cukup mendadak, tapi alhamdulillah masyarakat sangat respon, mereka itu sangat well come, baik sekali, mudah-mudahan ini mempermudah jalannya pencalonan saya, insyaalloh," jelasnya.
Harapannya ketika menjadi anggota DPR RI bisa memberikan manfaat yang lebih banyak untuk masyarakat Garut dan sebagai wakil rakyat dirinya akan memperjuangkan sejumlah misi mulai dari dari penuntasan permasalahan di bidang pendidikan, kesehatan dan kemiskinan.
Kalau sekarang sebagai Wakil Ketua Tim penggerak PKK di Kabupaten Garut Ia berjuang dengan bambu runcing karena PKK itu tidak mempunyai anggaran, tidak punya wewenang hanya bisa menggerakkan partisipasi masyarakat tetapi tidak diberikan senjata apapun.
"Mudah-mudahan dengan saya menjadi anggota DPR RI dan bapak nanti menjadi Bupati saya menjadi Ketua Tim penggerak PKK saya akan berjuang di masyarakat dan punya senjata minimal pistol bukan bambu runcing," pungkasnya.( SUWITO )


Komentar Via Facebook :