Terjadi di Inhu, Berkedok Pengurusan Jasa Berujung Penipuan
CYBER88 | INHU - Kembali terjadi dugaan kasus penipuan berkedok pengurusan jual beli lahan Plasma diwilayah hukum Polsek Batang Cinaku, Polres Indragiri hulu (Inhu). Riau. Jebul, warga desa SPA Talang mulia RT/07 Kadus/03 kecamatan Batang Cinaku kepada wartawan (26/09/23).
Mengatakan merasa tertipu oleh Supangat. Dimana ia meminta tolong kepada supangat agar mengurus permasalahan yang dihadapinya kepada perusahaan PT.Tasma Puja tempat berinduk lahan plasma tersebut, namun bukannya kerekeningnya dana konfensasi tersebut, malah kerekeningnya Supangat.
Lebih lanjut Jebul menjelaskan, kejadian tersebut berawal sejak dirinya membeli lahan plasma perkebunan kelapa sawit dari Rudi, warga SPA pada tahun 2012 lalu.
"Saya membeli satu nomor Plasma, dengan luas lahan dua Hektar dengan harga Dua puluh lima juta (Rp.25.000.000,00), namun setelah saya membeli lahan tersebut, antara perusahaan dan masyarakat ada komplain. Karena itulah saya meminta tolong kepada Supangat untuk membantu memfasilitasi kepada perusahaan di 2019 lalu". Jelasnya
"Tetapi tidak ada kejelasan, maka saya mencoba mencari tahu. Namun saya terkejut dikarenakan uang dari perusahaan sudah masuk kerekening Supangat dari sejak tahun 2020 silam sampai hari ini" tambahnya.
Pak Jebul mengatakan juga, sejak lahan itu di beli, dan minta tolong sama Supangat hingga saat ini tidak ada kepastian dan tidak menerima hasil apapun dari nomor plasma.
"Bahkan, yang membuat saya terkejut kok bisa-bisanya hasil dari lahan plasma itu masuknya kerekening Supangat, bukan kerekening saya. Sementara saya yang punya lahan dan saya yang pegang suratnya", sesal Jebul.
Jebul berharap, yakni Supangat bertanggung jawab penuh atas perbuatannya. Karena Ia merasa ditipu dan dizolimi. Ternyata hal ini sudah coba di selesaikan secara kekeluargaan, namun hingga saat ini belum ada penyelesaian.
"Dalam waktu dekat ini saya akan melaporkannya ke APH, setelah laporan kita kayangkan. Kita minta kepihak penegak hukum agar memproses persoalan tersebut. karena kita duga dilokasi yang sama juga terjadi penjualan lahan fiktif serupa" tutupnya.
Menanggapi hal ini, ketika wartawan mencoba meminta klarifikasi dari Supangat, hingga berita ini dimuat belum berhasil untuk dikonfirmasi.


Komentar Via Facebook :