Porak Porandakan Tanah Desa Logas, APH Diminta Tindak Tegas Pelaku Dan Pemodal Tambang Emas Ilegal

Porak Porandakan Tanah Desa Logas, APH Diminta Tindak Tegas Pelaku Dan Pemodal Tambang Emas Ilegal

CYBER88 | KUANTAN SINGINGI - Tambang emas ilegal berskala besar memakai alat berat  yang tidak jauh dari pasar desa logas Kecamatan Singingi Kabupaten Kuantan Singingi Riau bebas beraktifitas. Tidak tanggung - tanggung, alat berat jenis Sumitomo warna kuning, ditemukan sedang beroperasi menggali tanah membuat lobang menganga dan dalamnya diperkirakan mencapai belasan meter di lokasi yang tidak jauh dari pasar desa logas kecamatan Singingi Sabtu (11/11/2023) pagi.

Tambang emas ilegal itu, telah memporak porandakan tanah desa logas. Lubang galian tanah tambang emas ilegal itu menganga besar  tidak jauh dari aliran sungai. Akibatnya, air sungai yang berada disisi timur lokasi tambang emas ilegal  itu tidak pernah jernih lagi, airnya keruh dan berlumpur. Kondisi itu, disaksikan oleh Tim investigasi awak media yang terjun langsung melakukan peliputan.

Kemudian, terkait keberadaan tambang emas ilegal yang tidak jauh dari pasar desa logas sudah sangat mengkhawatirkan. Kegiatan terpantau berskala besar memakai alat berat. Lokasinya cukup dekat dengan sungai. Sehingga limbah lumpur akibat galian mengarah ke sungai dibawahnya. 

Sejumlah orang yang diduga pemilik tambang emas ilegal di desa logas Kecamatan Singingi Kabupaten Kuantan Singingi Riau, melakukan  tindakan semena - mena dan berbicara kasar bahkan membentak berlagak kebal hukum seolah ada beking APH dibelakangnya. 

Tidak hanya berkata kasar, oknum yang diduga  pemilik tambang emas ilegal tersebut, mencoba melakukan pemukulan kepada awak yang melakukan peliputan, namun, aksi pemukulan itu tidak terjadi karena di lerai oleh kawannya sendiri.  

" Iya, sempat mau terjadi pemukulan, namun tidak terjadi karena dilerai kawannya sendiri. Untuk itu kami minta APH tindak tegas pelaku pemodal yang semena - mena kepada awak media, jelas itu pekerjaan melanggar hukum  karena sangat jelas merusak lingkungan," ucap salah seorang awak media.

Tidak sampai disitu, saat awak media melakukan investigasi ke lapangan, mereka dihadang oleh 2 orang diduga pelaku.

Usai melakukan peliputan, mobil awak media dibuntuti oleh tiga orang yang diduga pemilik  ke salah satu rumah makan di desa logas. Kemudian, dua orang mundur dan tinggal satu orang yang membuntuti awak media. Usai makan, ternyata diduga pelaku yang membuntuti  bernama Asri, pelaku yang mengaku menyewa alat berat untuk melakukan penggalian lobang tanah untuk tambang emas itu bergegas mau membayar makan siang awak media. Namun ditolak. 

"Ndak usah dibayar bang, biar kami yang bayar", ujar  salah seorang wartawan yang ikut tim investigasi saat itu.

Kemudian, usai membayar makan siang mereka pamit kepada  yang diduga pelaku yang mengaku bernama Asri, tapi awak media masih  ditahannya. 

"Tunggu dulu bang, ada kawan lagi yang mau datang sini," ucapnya.

Komentar Via Facebook :