Heboh!!! Oknum Perangkat Desa di Kabupaten Majalengka Digrebek di Sebuah Hotel Saat Berselingkuh dengan Wanita Bersuami 

Heboh!!! Oknum Perangkat Desa di Kabupaten Majalengka Digrebek di Sebuah Hotel Saat Berselingkuh dengan Wanita Bersuami 

Ilustrasi Selingkuh

CYBER88 | Majalengka – Warga Desa Desa Cicadas Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka Jawa Barat, dihebohkan dengan adanya salah satu perangkat desa yang tertangkap basah sedang berduaan di sebuah hotel di wilayah Kadipaten dengan seorang perempuan bersuami. 

Kedua pasangan selingkuh itu digrebek olah suami perempuan beriniaial Yh. Hal itu pun kini menjadi trending topik di kalangan masyarakat.

Berdasarkan keterangan salah satu warga, penggrebekan perselingkuhan antara perangkat desa berinisial AS yang menjabat sebagai Kepala Dusun Gugunungan itu dengan Yh terjadi pada malam Sabtu 12 Januari 2024 sekitar jam 19,00 WIB.

“Mereka berdua tidak sadar, bahwa aksi perselingkuhannya sudah diketahui oleh suaminya Yh. Saat mereka berada di hotel sang suaminya sudah membuntuti kedua pasangan selingkuh tersebut di grebeknya  dikamer Hotel yang berada di wilayah Kecamatan Kadipaten,” Ucap warga yang tak mau disebut namanya itu pada Cyber88.co.id. 

Setelah ketangkap basah, lanjut dia, akhirnya dari kedua pasangan yang bukan muhrimnya langsung diajak pulang  ke rumahnya dengan tujuan untuk diselesaikan atas persoalannya. Sesampai didalam rumahnya suami Yh mengetahui kalua ternyata AS itu seorang perangkat desa. Dalam suasana yang panas, sempat terjadi insiden pemukulan terhadap AS.

Dikonfirmasi di ruang kerjanya Selasa (16/01), Umar Zen, Kepada Desa Cicadas membenarkan bahwa salah satu perangkatnya melakukan hal tersebut dan kini permasalahan desang ditangani oleh APH.

“Kami sudah menerima informasi terjadi berselingkuh antara perangkat desa kami dengan wanita bersuami di wilayah Kecamatan Dawuan hingga terjadi pemukukan oleh pihak keluarga Suaminya dan sekarang prosesnya sudah dilimpahkan atau di tangani oleh pihak APH” Kata Umar Zen.

"Awalnya saya tidak tahu adanya peristiwa tersebut, saya dikasi tahu sama aparatur Desa Cicadas,” Imbuh dia.

Terkait hal ini, Umar Zen pun menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolelir perbuatan memalikan tersebut dan akan segera menonaktifkan oknum perangkat desa tersebut. Namun sekaran oknum Kadus itu sudah mengundurkan diri pada hari selasa 15 Januari 2024. 

"Ini perlu kami lakukan untuk menjaga kedisiplinan terhadap perangkat Desa Cicadas, jangan sampai terulang kembali peristiwa tersebut," Ucapnya

Menurut Umar Zen, sekarang kedua belah pihak sudah melapor ke kepolisian. Dari pihak keluarga suami perempuan melapor peristiwa tersebut, dan dari pihak AS melapor adanya tidakan kekerasan terhadap dirinya, yang membuat dirinya sampai terluka akibat dipukuli.

Atas kejadian tersebut, Umar Zen mengaku sangat prihatin. Ia pun berharap hal ini menjadi hikmah dan jangan sampai terulang kembali. 

Umar Zen pun menyatakan bahwa pihaknya akan terus membantu dan mengawal proses hukum yang akan dilakukan oleh pihak APH.

“Kami berharap permasalahan ini bisa segera diselesaikan dengan sebaik-baiknya". Pungkas Kades Umar Zen (Tatang).

Komentar Via Facebook :