Diduga Jatuh dari Blankar, Salah Satu Pasien Kritis di RSUD Ciereng Subang Meninggal Dunia
CYBER88 | Subang -- BH (38) warga Perum Pesona Permata Hijau 2 RT/RW 34/08 Cibogo yang merupakan pasien di RSUD Ciereng Kabupaten Subang harus kehilangan nyawa saat berada di ruang IGD (instalasi gawat darurat) Rumah Sakit Tersebut. Ia meninggal dunia diduga karena jatuh dari Blankar (tempat pasien ditidurkan) pada hari Jum'at 19 Januari 2023.
Salah satu saksi mata saat BH terjatuh dari Blankar, yakni R yang saat itu sedang berada di ruang IGD bersama istrinya. Peristiwa meninggalnya pasien yang diduga awal mulanya jatuh dari blankar selain disaksikan R juga banyak pasien lain yang pada saat itu kebetulan ruang IGD penuh.
"Pada saat itu Saya membawa istri untuk dirawat di Rumah sakit umum (RSUD Ciereng) setibanya di Ruang instalasi Gawat Darurat (IGD) Saya melihat ada pasien laki laki terjatuh dari blankar tempat pasien ditidurkan, kejadian itu disaksikan banyak orang juga sih, karena kondisi diruang IGD saat itu sangat penuh dengan pasien" Jelas "R" kepada media Cyber88.co.id, di kediamanya, Senin (22/1).
"Terjadinya pasien jatuh dari blankar spontan membuat panik banyak orang yang berada diruang IGD" lanjut R.
Setahu saya, pasien yang ditemani istri dan anaknya yang masih kecil di datangi Perawat untuk menyampaikan kepada istri pasien bahwa pasien harus di daptarkan dulu, silahkan Ibu untuk mendaptarkan suami nya ke bagian pendaptaran" tutur R mengutif ucapan salah seorang perawat.
Namun pada saat keluarga pasien berangkat ke bagian pendaptaran tanpa diduga pasien terjatuh ditempat pasien di tidurkan.
Kejadian itu sungguh membuat keluarga pasien merasa terpukul dan shok dengan perasaan yang sudah tidak karuan. Dan spontan wanita itu lari menghampiri suaminya sambil menangis dan berbicara kepada perawat.
"Kan saya bilang ke Bu dokter tungguin Suami Saya (titip) karena saya mau daptarin Suami dulu kenapa jadi begini" ucap R mengutif kembali ucapan istri pasien.
"Pada waktu kejadian perawat, sekuriti dan dibantu keluarga pasien yang lain berusaha membantu mengangkat kembali BH ke blankar lagi" Lanjut R.
Selanjutnya kata R, dia melihat istri pasien menangis tiada henti melihat suaminya yang sedang dilakukan pertolongan oleh pihak perawat dengan cara memompa jantung (dengan menekan jantung pasien menggunakan tangan oleh pihak perawat) namun takdir berbicara lain pasien pun meninggal dunia.
"Itulah yang saya ketahui dari kejadian tersebut kalo untuk lebih jelas nya silahkan bisa minta rekaman CCTV diruang IGD" pungkas R.
Kemudian awak media besrta saksi "R" mencoba menyambangi kediaman rumah duka, Rolita Sinambela.
Ditemui di rumah duka, Rolita Sinambela, Istri almarhum (BH) yang selama dua tahun sudah tidak lagi tinggal serumah dengan almarhum mengungkapkan bahwa setau dirinya Suaminya sedang bekerja jauh.
"Setahu saya, suami saya bekerja jauh diluar kota kurang tau entah dimana, dia bekerja selama dua tahun berangkat dari rumah niat mencari kerja, namun sampai saat ini kami putus komunikasi, bahkan berkirim uang pun ga pernah, tapi aku sebagai istri selalu berpikiran positip aja mungkin suami ga ada duit makanya ga ada kabar ga ada kiriman" ucap Rolita terlihat sedih.
"Pas jum'at Saya dikagetkan dengar kabar dari tetangga rumah memberitahu bahwa suami saya meninggal dunia, sekarang zenajah dirumah sakit RSUD Ciereng. Saya dikasih tau dari tetangga kalo suami meninggal jam 19.30 malam," Ucapnya.
Lanjut dia, dengan rasa penasaran segera datang ke RSUD Ciereng untuk memastikan kebenaran informasi dari tetangga tersebut.
"Sampai disana ternyata benar itu suami Saya, mayat nya sudah dikamar zenajah, pas dilihat dibagian kepala bagian depan ada kejanggalan kenapa dibagian jidat almarhum suami saya ada memar biru dan dibagian hidung ada luka sedikit sobek" tutur Rolita.
"Aku pun sempat tanya sama kawan kawan almarhum pas bareng saya, mereka pun menjawab aku ga tau soal memar dijidat karena aku juga kesini dikasih tau kalo BH sudah meninggal dunia, adanya tanda memar dibagian jidat aku bersama keluarga jika terbukti meninggalnya almarhum karena jatuh dari blankar, berarti jelas ada kelalaian dari pihak RSUD dan kami keluarga akan tuntut" pungkas Rolita terlihat geram.
Sementara itu, pihak RSUD ciereng melalui Dirut RSUD Ciereng Kabupaten Subang dr. Ahmad Nasuhi saat dikonfirmasi melalui tlpn dan pesan WhatsApp, hingga artikel ini ditayangkan belum memberikan tanggapan. [Rudi]


Komentar Via Facebook :