Pemkab Klaten Gandeng Bulog Gelar Bazar Pangan Murah di Desa Brajan dan Basin
CYBER88 | Klaten — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten bekerjasama dengan Bulog mengadakan Program Bazar Pangan Murah di Balai Desa Brajan, Kecamatan Prambanan dan Balai Desa Basin, Kecamatan Kebonarum pada Rabu (28/2/2024).
Bazar pangan murah ini untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari bagi masyarakat Kabupaten Klaten.
Bupati Klaten Sri Mulyani menyampaikan, Program Bazar Pangan Murah ini dimulai sejak tanggal 23 Februari 2024 danPemkab Klaten Gandeng Bulog Gelar Bazar Pangan Murah di Desa Brajan dan Basin akan berlangsung hingga tanggal 3 April 2024 mendatang.
“Kegiatan bazar pangan murah ini dilaksanakan secara serentak, secara nasional, terutama di daerah-daerah yang mengalami kenaikan harga kebutuhan pangan. Salah satunya di Kabupaten Klaten,” katanya.
Sri Mulyani menyatakan, bazar pangan murah ini dilaksanakan di 26 Kecamatan di Kabupaten Klaten. Setiap kecamatan akan mendapatkan 300 paket sembako yang berisi 5 kg beras, 1 kg gula pasir dan 1 liter minyak goreng dengan harga tebus Rp81.000.
“Kalau paket sembako ini dibeli di pasar, kurang lebih harganya Rp102.500. Jadi lebih hemat Rp21.500. Mengapa bazar pangan murah ini diadakan? Karena kondisi harga sembako yang sedang mengalami kenaikan, terutama beras,” ujarnya.
Sedang Kepala Desa (Kades) Basin, Kustiyah menjelaskan, dalam bazar pangan murah ini, Kecamatan Kebonarum mendapat alokasi 300 kupon atau paket sembako. Kupon ini lalu dibagi untuk tujuh desa di Kecamatan Kebonarum.
“Dari hasil koordinasi kami (kepala desa), maka per desa mendapat 40 kupon, dan Desa Basin mendapat 60 kupon karena ketempatan,” terangnya.
Kustiyah berharap, bazar pangan murah ini bisa meringankan beban masyarakat
“Harapannya, dengan bantuan yang diberikan dari pemerintah ini, masyarakat akan teratasi dalam hal harga beras yang mahal. Bisa meringankan beban masyarakat. Karena memang untuk saat ini, harga beras sangat tinggi,” harapnya.
Sementara itu, Sri Handayani Ningsih (55), warga Dukuh Ngriman, Desa Ngrundul mengaku senang dan terbantu dengan adanya bazar pangan murah ini. Pada kesempatan itu, ia membeli beli beras 5 kg, gula pasir 1 kg dan minyak goreng1 liter dengan harga Rp81.000.
“Kalau di pasaran, harga berasnya sekitar Rp16.000 sampai Rp17.000 per kilo, harga minyak gorengnya Rp16.500, dan harga gula pasirnya Rp16.000 sampai Rp17.000. Jadi ngirit sekitar Rp20 ribu. Ya, alhamdulilah, bisa membantu, bisa meringankan warga,” ucap perempuan yang bekerja sebagai buruh membuat kemoceng itu.(Apri)


Komentar Via Facebook :