Tanggapan Kader Golkar Ajam Zam Romdon Atas Ucapan Ketua DPRD Garut Saat Aksi Guru Honorer
CYBER88 | GARUT - Ketua DPRD Garut Euis Ida Wartiah kian ramai jadi perbincangan diberbagai media sosial atas ucapannya yang dianggap melecehkan para guru honorer yang pada saat itu melakukan unjuk rasa di depan gedung DPRD Garut pada Jum'at (14/06/2024).
Dalam klarifikasinya, ketua DPRD Garut menerangkan bahwa dirinya bukan bermaksud menyakiti para guru honorer, namun dalam situasi tersebut ada kejadian yang memang tidak terduga dan terkait video yang viral dirinya memberi penjelasan dari perspektifnya saat itu.
Saat itu DPRD Garut menerima perwakilan dari guru honorer untuk audiensi melalui Wakil Ketua DPRD Garut Ayi Suryana. Sementara Euis lda menjelaskan, dirinya saat itu ada di Gedung DPRD Garut namun tidak menerima langsung karena ada pekerjaan. Meski demikian dirinya tetap mengawasi jalannya audiensi ketika itu.
Memasuki pukul 17.00 WIB dirinya hendak pulang dulu, namun mobil yang dinaikinya tertahan peserta aksi guru honorer yang terlihat antara seperti menangis atau pura-pura nangis.
Situasi itu membuat politisi Golkar tersebut tidak bisa melaju dengan kendaraannya. Ketika itu mobilnya digoyang-goyang dan dihalangi oleh peserta aksi dari kalangan honorer.
"Tos lebet Kana mobil, eta mobil diharalangan diujeg2 ku honorer nu nuju narangis duka nanangisan (Ketika sudah masuk ke mobil, digoyang-goyang oleh honorer yang sedang nangis atau pura-pura nangis dirinya tidak tahu pasti)," ungkapnya.
Ia pun memilih keluar lagi dari mobil lantaran kendaraannya tidak bisa melaju, kemudian ada yang sedang nangis atau entah pura-pura nangis dan bicara kepadanya "Abdi mah hayang ceurik Ibu(saya mau nangis, Ibu)", kemudian ia menimpali dengan jawaban "Nya mangga atuh nangisna sing sae (Ya silahkan nangisnya yang bagus)".
Tidak jadi pulang, pada saat itu Euis kembali masuk ke ruangan karena terhalang oleh peserta aksi. Ia berada di kantor Sekretariat DPRD Garut hingga larut malam waktu pukul 22.30 WIB, usai selesai kegiatan audensi para guru honorer.
Namun ada yg menarik dan berbeda menurut tanggapan Ajam Zam Romdon salah seorang tim depan Hj. Euis lda dalam menyikapi persoalan ini. Ditemui di rumahnya pada Senin (17/06/2024), tiga hari setelah usai audensi evaluasi desa Girijaya kemarin menurutnya "Ada beberapa kesamaan pada kedua momentum saat ini. Yaitu akan bisa dijadikan manfaat besar berdampak pada proses perbaikan pemerintahan dan masyarakat Garut ke depan. Dalam proses dan penanganan berbagai persoalan lainnya, yg bersifat sesegera mungkin." Ungkapnya.
"Dimana sebagai dasar penyadaran semua pihak, hendaknya jangan terburu-buru menyalahkan salah satu pihak tanpa melihat penyebabnya terlebih dahulu," imbuhnya.
Diakhir wawancara Ajam ZR secara pribadi sebagai warga masyarakat Garut menyampaikan, ucapan terima kasih tak terhingga kepada para guru honorer dan ketua DPRD Garut yang telah berhasil berkolaborasi menciptakan pemicu yang berdampak akan munculnya berbagai gagasan, serta mengingatkan kita semua dalam perbaikan Garut ke depan.


Komentar Via Facebook :