Karomah dan Kealiman Buyut Batu Ampar Ditampakkan dalam Sejarah serta Peninggalannya yang Berada di Dusun Berruk Desa Panaguan Pamekasan

Karomah dan Kealiman Buyut Batu Ampar Ditampakkan dalam Sejarah serta Peninggalannya yang Berada di Dusun Berruk Desa Panaguan Pamekasan

CYBER88 | Pamekasan -- Al-alim al- Âllamah syekh  Syamsuddin Berruk bin Syekh Su'adi, diluluki Buyut Lattong, bin (syekh Sayyid Batsaniyah buyut tompeng), bin (syekh Sayyid Abdul Mannan buyut Kosambi) Batu ampar Barat,

Syekh Syamsuddin Berruk merupakan anak pertama dari ke tujuh bersaudara yaitu Syekh Luqman ( buyut bulu), syekh Husain (Batuampar), Syarifah nurisa (buyut ombul, Syarifah Halimah (buyut panjelin) Syarifah Nur Sija ( buyut lampok tambak), Syarifah Rabi'ah (buyut bulu oloh)

Ia menetap di kampung berruk, yang sekarang menjadi salah satu Dusun Berruk desa panaguan kecamatan proppo kabupaten Pamekasan,

Diceritakan oleh salah satu keluarga keturunan syekh abu Syamsuddin Beliau Lora Khobier Abdul Wahid, pada tanggal 16 Juni 2024 Saat di wawancarai oleh Awak media Cyber88

Singkat cerita Beliau (Syekh Syamsuddin) melanjutkan perjuangan ayahnya buyut Lattong untuk berdakwah menyebarkan agama Islam di Pulau Madura, dan beliau di kenal dengan  kealimannya.

Di masa remajanya Syekh Syamsuddin berruk beliau kalah alim dari saudara-saudaranya. sehingga di marahi sama ayahnya (buyut Lattong/abu Syamsuddin) dan di suruh  mengaji pada adik- adiknya.

Oleh sebab itu, Syekh Syamsuddin Berruk merasa malu pada keluarganya, sehingga beliau bertekad untuk menjadi orang yang alim.  Kemudian beliau tiba-tiba menghilang dari keluarganya. Dan beberapa tahun kemudian pulanglah beliau pada keluarganya. dan langsung menghadap pada ayahnya, untuk menyampaikan bahwa beliau sekarang sudah alim.

Tapi sebaliknya ayahnya pun tidak percaya, sehingga ayahnya menyuruh adik-adiknya untuk menguji kealimannya. Alhasil justru sebaliknya, malah adik-adiknya yang berdecak kagum dengan kealimannya, bahkan heran dengan kakaknya yang tiba-tiba alim luar biasa, Dan akhirnya justru merekalah yang kemudian belajar sama kakaknya.

Selain terkenal dengan kealimannya beliau juga ahli tirakat ( bertapa). Salah satu tempat Tirakatnya atau yang biasa disebut dengan Pertapaan yaitu di Dsn Aeng Nyonok Desa Banyupelle, yang sekarang dikenal dengan patapan (pertapahan).

Adapun salah satu karomah beliau adalah ketika sedang bertapa di atas lereng pegunungan, beliau kesulitan air untuk berwudhu', sehingga beliau menancapkan tongkatnya di sungai yang ada di bawah pegunungan, kemudian menarik tongkatnya sampai ke lereng pegunungan, uniknya adalah air yang yang ada di sungai mengikuti tongkat yang di tarik beliau sampai ke lereng pegunungan (walaupun dengan jalan menanjak), sehingga air tersebut terus mengalir dan mempermudah beliau untuk berwudhu. *Bahrul)

Komentar Via Facebook :