DUA KELUARGA 'STUNTING' WARGA TEGAL LONGOK DIBANGUNKAN 'RISSA'

DUA KELUARGA

CYBER88 - PANDEGLANG - Dinas Perumahan Pemukiman (Perkim) Provinsi Banten melalui program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) berikan bantuan Rumah Instan Sehat Sederhana (Rissa) di Desa Tegal Longok Kecamatan Koroncong. Rissa tersebut diberikan kepada pasangan Ahmad Rojikin dan Sopiati, Satiri dan Umsah warga desa Tegal Longok Kecamatan Koroncong saat kunjungan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Al Muktabar dan Bupati Pandeglang Irna Narulita ke lokus stunting, Jum'at (6/7/2019). Dua keluarga warga desa Tegal Longok yang mendapat bantuan tersebut memang tergolong keluarga tidak mampu, ditambah anak - anak nya tergolong kedalam balita stunting. Sopiati istri dari Rojikin sangat berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan pemerintah kepadanya. "Terimakasih atas dibangunkan nya rumah oleh Pemerintah, terimakasih pak Sekda dan Ibu Bupati telah membantu kami mulai dari rumah hingga kesehatannya," ujarnya Kepala Dinas Perumahan Pemukiman (Perkim) Provinsi Banten Yanuar mengatakan, rumah Rissa ini produk asli dari Perkim Banten yang sudah teruji di Penelitian Pengembangan (Litbang) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). "Sudah teruji kualitasnya, cepat dalam pembuatannya dan tahan gempa," tuturnya. Yanuar juga menjelaskan kalau pembangunan Rissa ini harus dikerjakan oleh tenaga ahli khusus. "Yang mengerjakannya harus tenaga ahli dan bersertifikat," imbuhnya. Sementara tenaga ahli yang mengerjakan Rissa, Masril Effendi mengatakan, untuk mengerjakan rumah ini menghabiskan waktu hanya 14 hari. "Erekting dua hari kalau tanah nya sudah rata, jika belum paling tiga hari. Jika sampai serah kunci nambah sehari jadi 15 hari," tuturnya. Tetkait sertifikasi yang harus dimiliki oleh teknisi dalam pembangunan Rissa, Masril Effendi membenarkan jika dirinya mendapatkan pelatihan khusus oleh tim aplikator. "Saya dilatih oleh aplikator dari Bandung, dan mendapatkan sertifikat khusus," jelasnya. Walaupun termasuk cepat dalam pembangunan Rissa, namun, menurut Masril tetap saja ada kendala jika lokasinya jauh dari jalan raya. "Kita kalo lokasinya didalam suka kesulitan saat membawa material yang akan digunakan," pungkasnya.(dhady / Edwin S)

Komentar Via Facebook :