PILKADES DESA Bojong Kondang Kec. Langkap Lancar Kab. Pangandaran Menjadi "POLEMIK" di Masyarakat
Cyber 88 - Pangandaran
Pada hari Sabtu tgl 30 November 2019 telah dilakukan Pilkades serentak di beberapa kecamatan di Kabupaten Pangandaran. Salah satunya yaitu di Desa Bojong Kondang Kecamatan Langkap Lancar yang terbagi di 6 (enam) KPPS di 6 (enam) Dusun diantaranya Dusun Cinta Asih, Dusun Cigarogol, Dusun Cibuntu, Dusun Desa, Dusun Cijaha dan Dusun Bojong Kondang yang dimenangkan oleh no urut 5 yaitu Suryaman, S.Pd dengan total suara kurang lebih 800 suara dari total hak pilih 3.200 suara.
Sementara nomor urut 1 Iwan Sutiawan 579 Suara, nomor urut 2 Dayat 177 suara, nomor urut 3 Nono sutarno 508 suara, nomor urut 4 Maman Hermana, A.Ma 178 suara, nomor urut 5 Suryaman, S.Pd 800 suara. Demikian perkiraan data - data suara yang diperoleh para kandidat pada Pilkades serentak tahun 2019 di Desa Bojong Kondang Kecamatan Langkap Kabupaten Pangandaran.
Lantas apa yng menjadi polemik dalam Pilkades ini? Seperti yang dijelaskan oleh beberapa tokoh masyarakat di desa Bojong Kondang, bahwa telah ditemukan pembagian uang dimalam menjelang hari H Pilkades (towong pilkades) hal seperti ini didalam dunia politik biasa disebut dengan istilah "serangan fajar”. Ketika team Cy88er melakukan konfirmasi terhadap Kepala Desa Bojong Kondang Bapak Dayat (Daday) atas kejadian tersebut; dengan tenang Kepala Desa menjawab : “emang benar pada waktu malam towong telah didapatkan yang bagi - bagi uang dan diketahui oleh salah satu team sukses calon lain. Namun secara pribadi sebagai incumbent tidak akan mebesar besarkan masalah tersebut karena ada yang lebih berwenang dari pihak Pengawas dan Pemda Kabupaten Pangandaran. Saya sebagai Kepala Desa yang masih menjabat hingga masa jabatan tanggal 16 Januari 2020 hanya berharap bahwa kebebasan warga negara dalam menentukan pilihannya jangan dikotori oleh kepentingan pribadi dan kejadian ini semoga tidak terulang kembali dimasa yang akan datang” ujarnya.
Team Cy88er melanjutkan klarifikasi terhadap beberapa tokoh masyarakat. Dari salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebut namanya, beliau menjelaskan "sangat disayangkan atas kejadian ini yang seharusnya Pilkades ini adalah tempat demokrasi untuk menentukan hak, menentukan pilihan, lalu dengan bahasa Sunda sang santai, tokoh masyrakat tersebut menjelaskan juga terhadap Cy88er "puguh muhun pa, politik mah lebih kejam dari bapa tere" kalau bapak ingin lebih jelas, silahkan bapak tanyakan ke bagian kepengawasan Pilkades serentak baik di tingkat Desa, Kecamatan ataupun Kabupaten Pangandaran terkait hal ini.
Karena ini bukan rahasia lagi, sudah pada tahu semua. Bahkan pihak kepolisian dari Polres Ciamis pun sudah tau hal ini" pungkasnya. ***Samsu/Cy88er


Komentar Via Facebook :