BUMDes Sari Makmur Pundungsari Kembangkan Usaha Pengolahan Padi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani
CYBER88 | Klaten – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sari Makmur di Desa Pundungsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, tengah mengembangkan usaha pengolahan hasil pertanian, khususnya padi. Melalui inovasi ini, padi diolah menjadi produk bernilai tambah seperti beras dan tepung beras. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan petani serta memberikan nilai ekonomi lebih pada hasil pertanian lokal.
Menurut Direktur BUMDes, Ibu Eko Nur Widyowati, keberadaan BUMDes menjadi solusi untuk melindungi petani dari permainan harga oleh tengkulak. "Kami berusaha menstabilkan harga agar petani tidak merasa dirugikan. Selama ini mereka berada di bawah tekanan tengkulak, dan BUMDes hadir untuk memberi perlindungan," ujarnya.
Desa Pundungsari memiliki lahan pertanian seluas 120 hektar dengan hasil panen sekitar 8 ton per hektar setiap musim. Namun demikian, pengembangan usaha pengolahan masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan modal, kapasitas gudang yang kecil, dan belum tersedianya fasilitas penggilingan padi sendiri. Kondisi ini menghambat BUMDes dalam meningkatkan serapan hasil panen dan efisiensi pengolahan.
BUMDes juga belum memiliki gudang yang memenuhi syarat untuk menyalurkan pupuk bersubsidi, sehingga petani hanya bisa mengakses pupuk non-subsidi. Selain itu, keterbatasan modal menyebabkan BUMDes belum mampu menyerap seluruh hasil panen petani.
Untuk mengatasi kendala tersebut, BUMDes merencanakan sejumlah langkah strategis, antara lain
Menambah modal usaha, Memperluas dan memperbaiki fasilitas gudang, Mendirikan unit penggilingan padi sendiri.
Diharapkan langkah ini akan memperkuat peran BUMDes dalam meningkatkan nilai tambah produk pertanian, serta memperluas jangkauan layanan kepada petani.
BUMDes Sari Makmur juga menjalin kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi, seperti Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet), untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Melalui pelatihan dan pendampingan, pengurus BUMDes memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan usaha secara profesional.
BUMDes Sari Makmur berkomitmen pada transparansi dalam pengelolaan keuangan. Laporan keuangan disampaikan secara rutin dalam forum musyawarah desa agar masyarakat dapat mengetahui dan mengawasi jalannya usaha BUMDes.
Dalam mendukung layanan kepada masyarakat, BUMDes juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, di antaranya,
Brilink, untuk memudahkan akses layanan keuangan, Bank Jateng, untuk pembayaran listrik, PDAM, dan transaksi lainnya, Samsat Budiman, untuk mempermudah pembayaran pajak kendaraan bermotor.
BUMDes Sari Makmur berharap adanya dukungan dari pemerintah dan stakeholder lainnya dalam mengatasi kendala pengembangan usaha. Dengan dukungan yang tepat, BUMDes dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi desa melalui usaha pengolahan pertanian yang efektif, efisien, dan berkelanjutan. (Panut)


Komentar Via Facebook :