Dorong Daya Saing, Disperindag Cilegon Kembangkan IKM Logam Lewat Kolaborasi Pentahelix
CYBER88 | Cilegon — Kota Cilegon dikenal sebagai pusat industri dengan potensi besar pada sektor industri kecil dan menengah (IKM), khususnya IKM logam. Untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan sektor ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon tengah mengembangkan model kolaborasi lintas sektor melalui forum group discussion dan Temu Mitra yang digelar pada Kamis, 16 Mei 2025.
“IKM logam jangan berjalan sendiri-sendiri. Kami ingin ada sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, akademisi, industri besar, hingga komunitas lokal agar pertumbuhan IKM bisa lebih terarah dan terukur,” ujar Sekretaris Disperindag Cilegon, Ariyandhi. Nurmastiana S. Mewakili Kadis Disperindag Kota Cilegon, Andriyanti .
Model kolaborasi ini mengusung pendekatan pentahelix, yang melibatkan lima elemen strategis yakni, Pemerintah, (sebagai fasilitator pelatihan dan penyedia bantuan peralatan produksi), Akademisi (yang berkontribusi melalui riset dan pengembangan teknologi), Industri besar( yang membuka peluang kemitraan usaha), Komunitas lokal (yang memperkuat jaringan antar pelaku IKM), dan Pelaku usaha IKM, (sebagai penggerak utama ekonomi lokal).
Sebagai langkah lanjutan, Disperindag merancang pembentukan sentra IKM logam terpadu di Cilegon. Sentra ini akan menjadi pusat kegiatan produksi, pelatihan, dan promosi, serta menjadi “rumah bersama” bagi para pelaku IKM logam. Harapannya, tempat ini menjadi ruang nyata bagi tumbuhnya inovasi dan kolaborasi antar elemen pentahelix.
Dalam forum diskusi tersebut, turut hadir Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Logam dan Mesin (BBSPJI Logam dan Mesin) dari Kementerian Perindustrian.
Ia menegaskan pentingnya peningkatan kualitas produk logam melalui standardisasi dan sertifikasi berkelanjutan.
“Produk logam dari IKM harus diarahkan untuk memenuhi standar industri, baik dari segi mutu, keamanan, maupun efisiensi produksinya. BBSPJI siap mendampingi pelaku IKM dalam proses sertifikasi dan pengujian produk,” tegasnya.
BBSPJI juga membuka peluang kerja sama dengan Pemerintah Kota Cilegon dalam berbagai aspek, seperti:
Pendampingan teknis dan pengembangan produk, Peningkatan kapasitas SDM industri logam, Akses ke laboratorium pengujian berskala nasional.
Selain aspek teknis, strategi penguatan daya saing IKM logam juga mencakup program digitalisasi pemasaran, pendampingan legalitas usaha, serta pelatihan produksi berbasis standar mutu.
Disperindag juga terus mendorong kemitraan strategis dengan industri besar, agar produk-produk IKM logam lokal dapat masuk ke dalam rantai pasok industri nasional, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.
Dengan semangat kolaborasi ini, IKM logam di Cilegon diharapkan tidak hanya bertumbuh secara kuantitas, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas dan nilai tambah produknya.
“Kami optimis, dengan semangat kebersamaan dan dukungan dari berbagai pihak, IKM logam Cilegon bisa menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan yang kuat dan berdaya saing,” tutup Ariyandhi NS.


Komentar Via Facebook :