Janji gorong-gorong lima tahun diabaikan, Ketum LSM BMPP: Jangan bodohi rakyat, kami siap bangun sendiri!
CYBER88 | Cilegon – Kekecewaan mendalam disampaikan Ketua Umum LSM Barisan Masyarakat Peduli Pembangunan (BMPP), H. Deni Juweni, terhadap lambannya realisasi pembangunan gorong-gorong di bawah proyek jalan tol KM 90 yang melintasi perbatasan Kelurahan Panggung Rawi dan Kedong Dalem, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon.
Proyek yang dijanjikan sejak tahun 2020 dan disepakati bersama oleh berbagai pihak—termasuk Polres Cilegon, Ditpamobvit Polda Banten, PT Marga Mandalasakti (MMS), dan kontraktor tol dari PT Astra Tol Nusantara—hingga hari ini tidak menunjukkan tanda-tanda penyelesaian.
“Lima tahun sudah masyarakat menunggu. Janji ini bukan janji baru, ada bukti hitam di atas putih yang ditandatangani oleh berbagai pihak. Tapi faktanya? Tidak ada satu pun tindakan konkret. Ini sama saja membodohi rakyat,” tegas H. Deni saat meninjau langsung lokasi pada Kamis, 15 Mei 2025.
Ia menyoroti dampak buruk dari pembangunan tol yang tidak memperhatikan kondisi lingkungan, khususnya saluran air. Menurutnya, saluran air utama justru ditutup, sehingga menyebabkan banjir saat hujan deras. Bahkan rumah pribadinya yang berada di dekat aliran sungai sering kali terendam.
“Ini bukan sekadar genangan, ini banjir yang bisa mengancam keselamatan warga. Kalau saluran utama air diurug, lalu airnya ke mana? Ditambah lagi sampah menyumbat aliran di bawah jembatan tol. Ini kelalaian nyata,” tegasnya lagi.
Dalam kesepakatan tahun 2020, telah dirumuskan tiga program: jangka pendek, menengah, dan panjang. Namun hingga kini, belum satu pun dijalankan. Komunikasi sebelumnya bahkan sudah dilakukan sejak 2018 bersama Direktur Operasional PT MMS saat itu, namun hasilnya nihil.
Atas situasi ini, H. Deni mengultimatum pihak tol untuk segera membangun gorong-gorong dengan konstruksi lebih tinggi,
menormalisasi sungai yang tersumbat, meninggikan pagar tol agar kejadian kendaraan keluar jalur tidak terulang.
Bahkan, ia menyatakan kesiapannya membangun gorong-gorong tersebut secara mandiri, menggunakan dana pribadi dan swadaya masyarakat, bila pihak tol masih terus abai.
“Kalau pihak tol tidak mampu, kami siap bangun sendiri. Tinggal kasih izin. Ini demi kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi. Jangan main-main dengan keselamatan warga,” tutupnya tegas.


Komentar Via Facebook :