Bahrudin Terpilih sebagai Ketua PGRI Cilegon 2025–2030: Dorong Transformasi Organisasi Menuju Indonesia Maju
CYBER88 | Cilegon — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Cilegon resmi menggelar Konferensi Masa Bhakti XXIII untuk periode 2025–2030. Sabtu 31/5/2025.
Mengusung tema "Transformasi PGRI sebagai Organisasi Profesi Menuju Indonesia Maju", konferensi ini menjadi momentum penting bagi penguatan peran guru dan tenaga kependidikan di era modern.
Dalam konferensi yang berlangsung penuh semangat kebersamaan tersebut, Bahrudin terpilih sebagai Ketua PGRI Kota Cilegon untuk masa bakti 2025–2030.
Dalam wawancara perdananya sebagai ketua terpilih, Bahrudin menyampaikan pentingnya menciptakan suasana kerja yang nyaman dan saling mendukung di lingkungan sekolah.
"Penting bagi kami semua, baik guru maupun staf, untuk merasa nyaman dan saling mendukung satu sama lain. Rasa nyaman ini menjadi landasan yang kuat agar pekerjaan yang dilakukan bisa maksimal dan berdampak positif, baik bagi peserta didik maupun lingkungan sekolah secara keseluruhan," ujarnya.
Lebih lanjut, Bahrudin menegaskan komitmennya untuk mendorong terciptanya lingkungan kerja yang kondusif dan kolaboratif.
"Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk menciptakan suasana kerja yang kondusif dan penuh semangat kebersamaan," imbuhnya.
Menurut Bahrudin, dalam dunia profesional, khususnya dalam organisasi di bidang pendidikan, diperlukan karakter yang kuat, dinamis, dan profesional agar dapat menjadi panutan dalam berbagai aspek tata kelola.
"Di dunia profesional, khususnya dalam konteks organisasi atau lembaga yang bergerak di bidang pendidikan maupun bisnis, sangat penting untuk membangun sebuah organisasi profesi yang memiliki karakter kuat, dinamis, bermartabat, dan profesional. Organisasi seperti ini tidak hanya mampu menjawab tantangan zaman, tetapi juga mampu menjadi contoh dan rujukan dalam berbagai aspek tata kelola yang baik."
Untuk memperkuat nilai-nilai organisasi, PGRI Cilegon memperkenalkan konsep Kuat, Dinamis,Percaya Bermartabat.Istilah ini mencerminkan prinsip-prinsip dasar yang harus dimiliki oleh setiap anggota organisasi, sehingga dalam pelaksanaannya, organisasi ini dapat berjalan dengan sistematis, terbuka, dan dapat dipercaya," jelasnya.
Tak lupa, ia menambahkan sentuhan humor dalam penyampaian konsep tersebut.
"Kadang, secara ringan dan humoris, kami menyebutnya sebagai 'Kumis Camar', sebagai bentuk pendekatan yang santai namun tetap mengingatkan akan nilai-nilai inti yang kami junjung," candanya.
Menutup sambutannya, Bahrudin menyampaikan harapan agar PGRI Cilegon di bawah kepemimpinannya dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi profesi dan masyarakat.
"Dengan mengedepankan kekuatan internal, dinamika yang sehat, dan nilai-nilai kepercayaan serta martabat, kami berharap organisasi ini dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata dalam lingkup profesi maupun masyarakat luas."
"Terima kasih atas perhatian dan dukungan semua pihak. Semoga apa yang kita upayakan bersama dapat memberikan manfaat yang besar dan berkelanjutan," tutup Bahrudin.


Komentar Via Facebook :