Peresmian "Rumah Setara", Cilegon Menuju Kota Inklusif untuk Anak Disabilitas

Peresmian "Rumah Setara", Cilegon Menuju Kota Inklusif untuk Anak Disabilitas

Pemotongan pita oleh wakil walikota Cilegon Fajar Hadi Prabowo saat peresmian Rumah Setara Kota Cilegon

CYBER88 | Cilegon – Pemerintah Kota Cilegon resmi meresmikan Rumah Setara, sebuah Unit Layanan Disabilitas yang menjadi pionir di Provinsi Banten. Peresmian ini menandai komitmen nyata pemerintah kota dalam mewujudkan Cilegon sebagai kota inklusif, di mana semua warga, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus, mendapatkan hak dan layanan pendidikan yang setara. Kamis, 6 Juni 2025.

Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, menyampaikan bahwa kehadiran Rumah Setara merupakan langkah awal yang penting untuk membangun lingkungan pendidikan yang ramah dan adaptif bagi anak disabilitas.

“Kami ingin semua anak, tanpa kecuali, bisa tumbuh dan belajar dalam lingkungan yang mendukung. Rumah Setara diharapkan menjadi bagian dari transformasi itu,” ujar Fajar.

Meski telah resmi beroperasi, Rumah Setara masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan ruang, fasilitas pendingin (AC) yang kurang optimal, serta perlunya alat peraga dan permainan yang sesuai dengan kebutuhan anak disabilitas. Fajar menekankan pentingnya aspek keamanan (safety) dalam setiap fasilitas, termasuk mainan seperti perosotan, yang tidak semua anak bisa akses secara aman.

Kebutuhan akan tenaga pendidik dan pendamping profesional menjadi perhatian khusus. Sebagian besar SDM saat ini adalah tenaga kredit (honorer), dan belum memiliki pelatihan memadai dalam menangani kondisi khusus, seperti autisme saat mengalami meltdown.

“Pendamping anak disabilitas bukan hanya perlu empati, tapi juga kompetensi,” tegas Fajar.

Di akhir Wakil Wali Kota Fajar menyampaikan haru saat melihat anak-anak disabilitas tampil bernyanyi. Ia mengajak masyarakat untuk bersyukur atas kondisi masing-masing dan terus mendukung terciptanya pelayanan yang lebih baik.

 “Mereka tidak minta dilahirkan berbeda. Tugas kita adalah memastikan mereka tidak merasa sendiri,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Hj. Heni Anita Susila, menjelaskan bahwa layanan utama Rumah Setara mencakup:

Asesmen, Penilaian untuk menentukan apakah anak disabilitas dapat masuk sekolah reguler atau perlu ke sekolah khusus (SKH/SLB) dan Terapi, Fokus pada anak tunagrahita, ADHD, autis, dan slow learner. Terapi membantu peningkatan motorik, sensorik, hingga kemampuan bersosialisasi.

Seluruh layanan ini gratis, sebagai wujud kehadiran negara bagi keluarga kurang mampu.

"Saat ini, terdapat sekitar 700 anak disabilitas di Cilegon yang terdata dalam Dapodik dan sedang menempuh pendidikan. Namun, masih banyak yang belum tersentuh layanan pendidikan. Untuk itu, Pemkot menggulirkan program “Sekolah Maniur” guna mendorong anak-anak disabilitas kembali ke sekolah. Sebanyak 7 anak telah berhasil dikembalikan melalui program ini."

"Pemerintah juga tengah menjalin kerja sama dengan Kementerian Pendidikan untuk membangun sekolah percontohan inklusif, terutama di tingkat PAUD dan TK, yang dilengkapi fasilitas dan pendamping berkualitas." pungkasnya.

 


 

Komentar Via Facebook :