Ruhul Ibadah Kurban untuk Meningkatkan Kualitas Ketaqwaan kepada Allah SWT
CYBER88 | KLATEN — Sekretaris Dai Kamtibmas Polres Klaten, H. Moch. Isnaeni, menyampaikan bahwa ruhul ibadah dalam pelaksanaan kurban seyogianya menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas ketaqwaan setiap insan kepada Allah SWT.
Hal ini ia sampaikan saat menyampaikan khutbah Jum’at yang bertepatan dengan Hari Raya Iduladha di Masjid Al-Amanah, Tegalmulyo, Gergunung, Klaten Utara, pada Jumat (6/6/2025).
Menurut Moch. Isnaeni, ruhul ibadah adalah jiwa atau semangat yang membedakan antara ibadah yang dilakukan secara benar dengan ibadah yang sekadar menjadi formalitas semata.
“Ruhul ibadah mencakup beberapa aspek penting, seperti niat yang ikhlas dan benar, pemahaman yang mendalam tentang makna serta tujuan ibadah, kesadaran akan kehadiran Allah SWT dalam setiap amal, ketaatan terhadap perintah-Nya, serta keikhlasan dan kesabaran dalam menjalankannya,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa dalam menjalankan ibadah seperti salat, puasa, haji, dan kurban, penting bagi setiap Muslim untuk menghayati ruhul ibadah agar ibadah yang dilakukan menjadi lebih bermakna dan memberikan dampak spiritual yang besar.
“Dengan ruh ibadah yang kuat, seseorang akan merasakan kedekatan dengan Allah SWT dan mendapatkan manfaat rohaniah yang lebih mendalam. Hal ini akan membawa pengaruh positif dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Dalam konteks pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, Moch. Isnaeni yang juga menjabat sebagai Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten menekankan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.
“Penyembelihan hewan kurban harus dilakukan pada waktu yang telah ditentukan, yakni setelah salat Iduladha hingga berakhirnya hari tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah). Selain itu, hewan kurban harus memenuhi syarat-syarat seperti usia, jenis, dan kondisi fisik yang layak,” terangnya.
Ia juga menegaskan pentingnya distribusi daging kurban kepada pihak-pihak yang berhak menerimanya.
“Daging kurban harus dibagikan kepada fakir miskin, anak yatim, dan orang-orang yang membutuhkan. Sebagian daging juga boleh dikonsumsi oleh pihak yang berkurban dan keluarganya,” ujar Isnaeni.
Hal lain yang tak kalah penting menurutnya adalah pelaksanaan kurban harus dilakukan dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan, bukan sekadar menjalankan tradisi.
“Kesungguhan itu tampak dari cara penyembelihan yang sesuai syariat dan pengelolaan daging yang baik. Kurban bukan sekadar aktivitas ritual, melainkan bentuk nyata ketundukan dan kepatuhan kepada Allah SWT,” imbuhnya.
Ia menutup khutbah dengan mengingatkan bahwa Allah SWT akan melimpahkan rahmat dan keberkahan kepada hamba-Nya yang senantiasa taat dan melakukan kebaikan, termasuk dalam ibadah kurban.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
> “Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. At-Talaq: 2–3)
“Dengan menjaga ketaatan dan keikhlasan dalam beribadah, termasuk saat melaksanakan kurban, seseorang akan mendapatkan keberkahan dan rahmat dari Allah SWT dalam kehidupannya,” pungkas Moch. Isnaeni.(Agus STP)


Komentar Via Facebook :