Idul Adha di Griya Praja Mandiri, Wujud Syukur dan Kebersamaan Warga
Ketua panitia Ridwan, ditengah kegiatan pemotongan hewan kurban di perumahan Griya Praja Mandiri.7/6/2025
CYBER88 | Cilegon — Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti warga Komplek Griya Praja Mandiri dalam perayaan Idul Adha 1446 H. Sabtu, 7 Juni 2025.
Meski jumlah hewan kurban mengalami penurunan cukup drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya, semangat beribadah dan saling berbagi tetap terasa kuat.
Jumat pagi, warga berkumpul di lapangan untuk melaksanakan sholat Idul Adha bersama. Anak-anak turut memeriahkan malam takbiran sebelumnya dengan penuh semangat, menjadi simbol kegembiraan menyambut hari besar umat Islam ini.
Sulaiman, Ketua DKM Masjid Muhajirin, menyampaikan bahwa momen Idul Adha bukan hanya soal penyembelihan hewan kurban, tetapi juga tentang memperkuat tali silaturahmi dan rasa syukur atas kesehatan dan umur panjang.
Pemotongan hewan kurban tahun ini dilaksanakan pada hari Sabtu. Hal ini diputuskan karena hari Jumat dianggap terlalu singkat untuk pelaksanaan yang optimal.
Menurut Ketua Panitia Idul Adha, Ridwan, jumlah hewan kurban tahun ini menurun dibanding tahun lalu. Hanya terdapat 3 ekor sapi dan 16 ekor kambing, padahal tahun lalu mencapai 8 sapi dan 23 kambing.
“Faktor ekonomi dan berkurangnya jumlah pekerja berdampak cukup signifikan. Tapi kami tetap bersyukur, karena warga tetap berpartisipasi dengan ikhlas,” ujar Ridwan.
Satu ekor kambing juga disumbangkan oleh koperasi, sebagai bentuk dukungan dari pihak luar terhadap kegiatan kurban.
Distribusi Tanpa Kupon, Fokus pada yang Membutuhkan
Distribusi daging kurban difokuskan kepada fakir miskin, dhuafa, dan warga kurang mampu. Menariknya, tahun ini panitia tidak menggunakan sistem kupon. Daging disalurkan langsung melalui masing-masing RT agar lebih merata dan tepat sasaran.
Dengan total daging sapi yang hanya mencapai sekitar 150 kg, setiap penerima memang mendapatkan porsi yang lebih sedikit dari tahun sebelumnya. Namun, Ridwan memastikan distribusi tetap berjalan adil dan menyentuh warga yang benar-benar membutuhkan.
Semangat Berkurban Tetap Menyala
Ridwan menegaskan bahwa makna Idul Adha adalah menjalankan sunnah Nabi Ibrahim AS dan Rasulullah SAW, yakni mengajarkan nilai pengorbanan dan kepedulian sosial.
Skema kurban pun dilakukan secara kolektif: satu ekor sapi dibeli dari patungan tujuh orang, sedangkan kambing dibeli secara individu.
> “Kami berharap tahun depan semangat berkurban meningkat lagi, baik dari jumlah maupun partisipasi warga,” tambahnya.
"Alhamdulillah, Idul Adha tahun ini menjadi momen yang sangat berkesan bagi kami di RW 12 Griya Praja Mandiri. Kebersamaan dan kekompakan warga terlihat begitu kuat, mulai dari persiapan hingga distribusi daging kurban. Ini bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kerukunan di lingkungan kita masih terjaga dengan baik. Semoga semangat berbagi dan kepedulian ini terus tumbuh, bukan hanya saat Idul Adha, tetapi dalam kehidupan sehari-hari," ujar Edi Purnama, Ketua RW 12.
Perayaan Idul Adha di Praja Mandiri menjadi bukti bahwa keterbatasan tak menghalangi makna sesungguhnya dari ibadah kurban. Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, warga tetap kompak, berbagi, dan bersyukur bersama.


Komentar Via Facebook :