Tokoh Muhammadiyah Cilegon, Drs. H. Ahmad Mahmud Ana Najahudin Wafat Usai Laksanakan Kurban
Mantan anggota DPRD, Drs. H. Ahmad Mahmud Ana Najahudin,
CYBER88 | Cilegon, Banten – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kabar duka datang dari Kota Cilegon, Banten. Tokoh masyarakat sekaligus mantan anggota DPRD, Drs. H. Ahmad Mahmud Ana Najahudin, meninggal dunia pada Sabtu pagi, 7 Juni 2025 bertepatan dengan 11 Dzulhijjah 1446 H, setelah mengikuti rangkaian ibadah penyembelihan hewan kurban.
Almarhum menghembuskan napas terakhir di RS Kurnia, Cilegon, dalam usia lanjut. Ia merupakan suami dari Ibu Masitoh dan menantu dari H. Mastik, salah satu tokoh penting Muhammadiyah di wilayah tersebut.
Semasa hidupnya, almarhum dikenal luas sebagai pendidik dan pernah menjadi guru di SMA Muhammadiyah Cilegon. Ia juga tercatat sebagai mantan anggota DPRD dari Partai Gerindra.
Ketua DKM Mushola Assabil, Safei, yang turut berada di lokasi, menjelaskan bahwa almarhum masih sempat menyembelih kambing untuk kurban di pagi hari. “Namun karena kelelahan, beliau sempat meminta digantikan,” ujarnya kepada wartawan.
Setelah proses penyembelihan hewan kurban kedua, yaitu kerbau, almarhum terlihat kelelahan dan sempat beristirahat dalam posisi berdiri. Tak lama berselang, beliau terjatuh. Warga yang berada di lokasi segera membawanya ke RS Kurnia, namun nyawanya tak tertolong.
“Diduga karena sesak napas dan faktor usia. Di rumah sakit dinyatakan beliau sudah tidak bernyawa,” jelas Safei.
Menurut keterangan warga, pihak keluarga sebenarnya telah mengingatkan almarhum untuk tidak terlalu memaksakan diri mengingat usianya. Namun karena salah satu cucunya berkurban pada hari itu, almarhum tetap bersemangat untuk turut serta dalam penyembelihan.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar dan warga sekitar, tetapi juga bagi kalangan Muhammadiyah dan dunia pendidikan di Kota Cilegon. Warga mengenang beliau sebagai sosok yang bersahaja, religius, dan aktif dalam kegiatan sosial maupun keagamaan.
Rencananya, jenazah akan dimakamkan pada hari yang sama.Di makam Tumenggung Jombang Wetan. Doa dan penghormatan terus mengalir dari berbagai kalangan.


Komentar Via Facebook :