Sosialisasi ODF, Lurah Gerem Berkomitmen Pertahankan 100 Persen Stop BABS
CYBER88 | CILEGON — Kelurahan Gerem kembali menegaskan komitmennya dalam mempertahankan status Open Defecation Free (ODF) melalui kegiatan sosialisasi sanitasi yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Gerem, Kota Cilegon, Senin (16/6/2025). Kegiatan ini merupakan lanjutan dari program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang telah dicanangkan sejak 2022.
Lurah Gerem, Rahmadi Ramidin, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama terkait perilaku buang air besar sembarangan (BABS).
"Kita ini pernah berada di titik sulit pada awal pandemi, tapi kita buktikan bahwa kita mampu menyelesaikan hal besar seperti deklarasi ODF tahun 2022. Tapi meskipun sudah deklarasi, edukasi tetap harus berjalan. Karena persoalan sanitasi tidak selesai hanya dengan sertifikat," ujarnya.
Rahmadi juga menyoroti kebiasaan sebagian warga yang menunda pembangunan jamban dengan harapan akan menerima bantuan pemerintah. “Ini realita. Ada yang bangun rumah tapi enggak bangun WC karena mikir nanti pasti dibantu. Ini pola pikir yang harus kita ubah,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa BABS, termasuk di kebun atau lahan sendiri, tetap berisiko mencemari sumber air bersih. “Jarak 10 meter dari sumber air itu bukan asal-asalan, itu perhitungan teknis agar air tidak tercemar,” tambahnya.
Sementara itu, Kasi Perekonomian dan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Gerem, Neneng Rohmuniah, menekankan pentingnya strategi pendekatan personal melalui kader kesehatan yang ada di lingkungan.
“Kader-kader yang hadir ini adalah motor penggerak. Masyarakat kita beragam, pendekatannya pun tidak bisa satu arah. Edukasi melalui kader jauh lebih efektif untuk menyampaikan pesan perubahan perilaku,” ujar Neneng.
Ia juga mengajak kader agar lebih aktif dalam mengawasi proses pembangunan rumah warga dan memastikan keberadaan fasilitas sanitasi. “Kalau ada yang bangun rumah, coba ditanya WC-nya di mana? Jangan sampai masyarakat merasa cukup hanya dengan status ODF di masa lalu,” tegasnya.
Turut hadir sebagai narasumber, Siti Rini, SKM, Tenaga Kesehatan Lingkungan UPTD Puskesmas Grogol, yang menyampaikan materi mengenai lima pilar STBM, yakni:
1. Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS),
2. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS),
3. Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga,
4. Pengelolaan Sampah Rumah Tangga,
5. Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga.
Rini menjelaskan bahwa meskipun Kelurahan Gerem telah ODF, namun penguatan pengawasan dan penerapan kelima pilar tersebut harus terus berjalan. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara puskesmas, kelurahan, dan pemerintah kota dalam menangani rumah tangga yang belum memiliki jamban.
"Masih ada sekitar 36 rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Grogol yang belum memiliki jamban keluarga. Ini menjadi tugas bersama untuk menyelesaikannya agar lingkungan tetap sehat dan bersih," jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa BABS dapat menimbulkan penyakit seperti diare, cacingan, bahkan stunting pada anak, karena kontaminasi bisa terjadi melalui air, tanah, tangan, atau makanan.
Kegiatan ini ditutup dengan ajakan kepada masyarakat agar terus menjadi agen perubahan dalam menjaga lingkungan. “Kita harus pertahankan capaian yang sudah ada, dan pastikan tidak ada lagi akal-akalan soal sanitasi,” pungkas Rahmadi.


Komentar Via Facebook :