Tasyakuran dan Peletakan Batu Pertama Gedung Baru MDTA Nurul Yasin, Bukti Komitmen Pendidikan Berbasis Nilai Keagamaan
Foto bersama Tasyakuran dan Peletakan Batu Pertama Gedung Baru MDTA Nurul Yasin. 17/6/2025
CYBER88 | Cilegon, – Yayasan Pendidikan Nurul Yasin menggelar kegiatan Tasyakuran Khataman dan Peletakan Batu Pertama revitalisasi pembangunan Gedung Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Nurul Yasin di Tegal Wangi, Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Selasa (17/6).
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Ketua Yayasan Nurul Yasin, Kabag Kesra Provinsi Banten, Kabag TU Kemenag Kota Cilegon, Kapolsek dan Danramil Pulomerak, Camat Grogol, Lurah Rawa Arum, tokoh masyarakat, para kepala sekolah di lingkungan pendidikan Nurul Yasin, dewan guru, serta orang tua peserta didik.
Ketua Yayasan, Drs Mufti Ali Rahimuddin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dari komitmen panjang yayasan dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan. Ia menyampaikan bahwa Yayasan Nurul Yasin telah berdiri secara hukum sejak tahun 2004 dan terus mengalami perkembangan. Tahun ini, madrasah mencetak lulusan angkatan ke-20 dengan jumlah 77 siswa.
“Para alumni kami harapkan ikut ambil bagian dalam pembangunan madrasah ini, karena di sinilah tempat mereka dahulu menimba ilmu,” ujar Mufti.
Meski demikian, ia menyayangkan bahwa hingga saat ini belum ada dukungan pembangunan dari Pemerintah Provinsi Banten. Bantuan dari Pemerintah Kota Cilegon pernah diterima, namun belum cukup untuk memenuhi kebutuhan fisik sekolah. Dari sektor industri sekitar pun, dukungan masih terbatas pada kegiatan seremonial.
“Kami sangat membutuhkan dua ruang kelas baru, 60 set bangku belajar, serta perlengkapan mengajar seperti spidol dan papan tulis,” jelasnya.
Sementara itu, Kabag TU Kemenag Kota Cilegon, H. Munirudin, turut memberikan apresiasi. Ia berharap, “Madrasah seperti ini jangan diremehkan, karena dari sinilah anak-anak belajar dasar-dasar agama—niat mandi, wudhu, salat. Ini adalah benteng umat,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesadaran orang tua dalam mendukung pendidikan. “Jangan berpikir pendidikan harus gratis. Pendidikan harus diperjuangkan, jangan sampai mengejar gratis tapi mengorbankan kualitas,” pesannya.
Dalam sambutannya, camat gerogol Jajat Sudrajat juga mengatakan arti pentingnya pendidikan,karena anak merupakan amanah dari Allah SWT
Ucapan haru dan apresiasi juga disampaikan oleh Nevi, perwakilan orang tua murid TK dan MDTA Nurul Yasin. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada para guru atas bimbingan dan kesabaran dalam mendidik anak-anak mereka.
“Anak-anak kami kini sudah bisa membaca, menulis, berhitung, bahkan belajar etika sopan santun. Rasanya baru kemarin kami menitipkan mereka, dan sekarang mereka siap melangkah ke jenjang selanjutnya. Semua ini berkat ketulusan para guru,” ungkap Nevi.
Acara dirangkai dengan peletakan batu pertama oleh kabag Kesra Provinsi Banten, Kapolsek Pulomerak, Danramil Pulomerak, Camat Gerogol, Lurah Rawaarum dan para undangan lainnya, serta penampilan kreasi seni para murid, guru dan Wali murid, sambutan, penyerahan bantuan orang tua asuh dari tokoh masyarakat Hasan dan Husen Saidan, foto bersama dan ramah tamah.
Acara ini menjadi simbol semangat kebersamaan dalam membangun pendidikan keagamaan yang berkualitas di tengah masyarakat. Yayasan Nurul Yasin berharap, revitalisasi ini menjadi langkah awal menuju lembaga pendidikan yang lebih bermartabat dan berdaya saing.


Komentar Via Facebook :