Dibalik Arisan Maut: Dua Ibu Rumah Tangga Ditangkap atas Kematian Tragis di Cilegon

Dibalik Arisan Maut: Dua Ibu Rumah Tangga Ditangkap atas Kematian Tragis di Cilegon

Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Hardi Meidikson saat memberikan keterangan, 16/6/2025.

CYBER88 | Cilegon — Suasana tenang di Kota Cilegon berubah mencekam setelah terungkap kasus tragis pembunuhan terhadap seorang ibu rumah tangga bernama SM (47), warga Lingkungan Sambirata, Kecamatan Cibeber. SM ditemukan dalam kondisi mengenaskan di Instalasi Gawat Darurat RSUD Kota Cilegon pada Selasa, 10 Juni 2025. Nyawanya tak tertolong, tubuhnya penuh luka memar serta cedera patah tulang akibat dugaan kekerasan fisik.

Polres Cilegon bertindak cepat dan berhasil mengamankan dua orang perempuan, SK (55) dan NI (50), yang tak lain adalah teman baru korban. Kedua pelaku ditangkap di dua lokasi berbeda, yakni di kawasan Link Simpang Tiga dan Perumahan Metro Cilegon, hanya beberapa jam setelah peristiwa terjadi.

Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Hardi Meidikson Samula mengungkapkan, kasus ini bermula dari persoalan utang piutang yang berbuntut cekcok hingga aksi brutal. SM sebelumnya diminta datang ke rumah salah satu pelaku dengan alasan pengembalian utang sebesar Rp10 juta. Namun situasi berubah menjadi kekerasan yang fatal.

“Korban sempat mengejek pelaku, sehingga timbul rasa sakit hati. Pelaku lalu menyekap korban. NI mengikat kaki dan menutup mulut korban dengan lakban, sedangkan SK menutup mata dengan kerudung dan turut mengikat tubuh korban. Saat korban mencoba melawan, ia kembali dibekap hingga tak sadarkan diri,” jelas AKP Hardi, Senin (16/6).

Yang mengejutkan, korban sempat dibawa ke rumah sakit menggunakan mobil taksi online dan ditinggalkan begitu saja. Kecurigaan staf medis RSUD Kota Cilegon yang melihat kondisi korban kemudian memicu pelaporan ke polisi. Dari situlah seluruh rangkaian peristiwa perlahan terbongkar.

Atas perbuatan keduanya, SK dan NI kini dijerat pasal berlapis, termasuk pasal pembunuhan berencana dan penganiayaan yang menyebabkan kematian, dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Agus Burhanudin, suami korban, mengaku sangat terpukul. Ia mengatakan istrinya pamit hendak mengikuti arisan. Ia tak menyangka pertemanan yang baru seumur jagung itu berakhir dengan bencana. “Istri saya orangnya baik, gampang percaya. Dia kasih pinjam uang ke pelaku, bahkan sudah disiapkan uang tambahan yang diminta. Tapi tak disangka malah begini,” ucap Agus pilu.

Kepolisian masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dan memastikan bahwa proses hukum berjalan maksimal. Tragedi ini menjadi peringatan pahit tentang pentingnya kehati-hatian dalam menjalin relasi baru, sekalipun tampak akrab di permukaan.

Komentar Via Facebook :