Pelatihan Jaya Melati I Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Banten Digelar di Kota Cilegon

Pelatihan Jaya Melati I Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Banten Digelar di Kota Cilegon

CYBER88 | CILEGON — Pelatihan Jaya Melati I Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Kwartir Wilayah Banten resmi digelar di Perguruan Muhammadiyah Cilegon pada 24–29 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan pelatihan wajib bagi calon pelatih dan pembina qabilah atau satuan pendidikan Muhammadiyah, sebagai bagian dari persyaratan resmi dalam struktural Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan.

Prof. Dr. Zakaria Syafe’i, M.Pd., Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Banten, saat membuka acara, menekankan bahwa pelatihan ini tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial semata. Ia berharap para peserta dapat mengamalkan filosofi “sedikit bicara, banyak bekerja” sebagaimana yang tercermin dalam lirik Mars Hizbul Wathan dan juga menjadi ruh gerakan Muhammadiyah.

“Insya Allah, ke depan pelatihan HW ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan dan berjenjang,” ungkap Prof. Zakaria. Ia juga menambahkan bahwa HW memiliki peran strategis dalam mencetak kader-kader Muhammadiyah yang militan dan berdedikasi. “HW dibentuk untuk membina karakter generasi muda melalui pendekatan Islam, menanamkan cinta tanah air, serta mencetak santri yang berakhlak mulia dan berakidah Islam,” tegasnya.

Sekretaris Panitia, Bayu Panatagama, menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 46 peserta dari berbagai kota dan kabupaten di Provinsi Banten. Mereka didampingi oleh 8 pelatih, instruktur, dan narasumber dari Kwartir Pusat Hizbul Wathan.

“Pelatihan kali ini menggunakan modul dan kurikulum resmi Hizbul Wathan yang telah disusun dan disesuaikan dengan kebutuhan kaderisasi,” ujar Bayu.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pelatih Nasional dari Kwartir Pusat HW, jajaran pengurus Kwartir Wilayah HW Banten, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Banten, serta Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Cilegon.

Ketua Kwartir Wilayah HW Banten, Ramanda Firdaus, menambahkan bahwa pelatihan Jaya Melati I kali ini menjadi pelatihan pertama yang dilaksanakan secara hybrid, yakni daring dan luring. Kegiatan ini telah mendapat rekomendasi dari Majelis Dikdasmen-PNF PWM Banten dan izin resmi dari Kwartir Pusat Hizbul Wathan.

“Tujuan utama pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kualitas pelatih dan pembina di tingkat qabilah. Peserta dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam membina dan mengelola kegiatan kepanduan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman,” tutup Ramanda Firdaus.

 

Komentar Via Facebook :