Pondok Pesantren Nahdlatul Ibad Banten Buka Penerimaan Santri Baru Tahun Ajaran 2026–2027

Pondok Pesantren Nahdlatul Ibad Banten Buka Penerimaan Santri Baru Tahun Ajaran 2026–2027

CYBER88 | BANTEN – Pondok Pesantren Nahdlatul Ibad Banten resmi membuka Penerimaan Santri Baru (PSB) dan santri pindahan untuk jenjang MTs dan MA Tahun Ajaran 2026–2027. Pendaftaran telah dibuka sejak 1 April dan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026.

Program ini menjadi peluang bagi para orang tua dan calon santri yang ingin menempuh pendidikan berbasis pesantren dengan kombinasi keilmuan agama dan keterampilan modern. Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui tautan yang telah disediakan oleh pihak pesantren.

Dalam upaya mencetak generasi unggul, Ponpes Nahdlatul Ibad Banten menawarkan sejumlah program unggulan, di antaranya Tahfidzul Qur’an, pembelajaran Kitab Kuning dengan metode Amtsilati, Qori, serta penguatan bahasa. Selain itu, santri juga dibekali keterampilan ceramah, pencak silat, teknologi informasi (IT), kaligrafi, hingga seni musik hadroh.

Dari sisi fasilitas, pesantren ini menyediakan asrama santri, perpustakaan, laboratorium komputer, koperasi umat/kantin, lapangan olahraga, serta mushola yang menunjang kegiatan ibadah dan pembelajaran sehari-hari.

Adapun persyaratan pendaftaran meliputi pengisian formulir dan surat pernyataan, fotokopi ijazah yang telah dilegalisir, fotokopi KTP kedua orang tua, akta kelahiran dan kartu keluarga, serta pas foto ukuran 3x4.

Untuk memudahkan proses administrasi, pembayaran dapat dilakukan melalui rekening Bank BJB Syariah maupun BRI atas nama Yayasan Nahdlatul Ibad Banten.

Pihak pesantren juga membuka layanan informasi melalui sejumlah kontak yang dapat dihubungi langsung oleh calon wali santri. Informasi terbaru juga dapat diakses melalui media sosial resmi mereka di Instagram, TikTok, YouTube, dan Facebook.

Dengan semangat “Ayo Mondok”, Ponpes Nahdlatul Ibad Banten mengajak generasi muda untuk menimba ilmu, memperkuat akhlak, serta mengembangkan potensi diri di lingkungan pendidikan yang religius dan produktif.

Komentar Via Facebook :