Pemkot Cimahi Gelar Rapat Koordinasi Smart City, Dorong Inovasi dan Kolaborasi Lintas Sektor
CYBER88 | CIMAHI - Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus memperkuat implementasi konsep Smart City sebagai strategi menuju tata kelola pemerintahan yang cerdas, inovatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menggelar Rapat Koordinasi Smart City di Ballroom Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Cimahi pada Kamis (17/7/2025).
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, dalam sambutan tertulisnya menjelaskan bahwa konsep Smart City merupakan pendekatan pengelolaan kota yang efisien dan efektif demi memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.
“Konsep Smart City atau Kota Cerdas merupakan suatu konsep dalam pengelolaan kota yang cerdas secara efisien dan efektif untuk memberikan layanan yang terbaik bagi penduduknya,” ujarnya.
Sebagai bentuk konkret, Kota Cimahi telah menjalankan berbagai inovasi kolaboratif dan melakukan evaluasi berkala, baik secara mandiri maupun melalui pemerintah pusat. Hasil evaluasi menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun.
“Alhamdulillah, sesuai laporan yang disampaikan, hasil evaluasi Smart City untuk Kota Cimahi mengalami kenaikan dari tahun 2019 sampai 2024,” tambah Ngatiyana.
Beberapa capaian penting yang berhasil diraih antara lain:
- Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) meningkat dari 4.02 (Sangat Baik) pada 2023 menjadi 4.15 (Sangat Baik) pada 2024, menjadikan Cimahi peringkat 3 tingkat Provinsi dan peringkat 9 Nasional.
- Evaluasi Smart City naik dari nilai 3.51 pada 2023 menjadi 3.63 pada 2024, membawa Cimahi ke peringkat 2 tingkat Provinsi dan peringkat 5 Nasional.
- Indeks Keamanankan Informasi meningkat dari 409 menjadi 534 berdasarkan validasi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
- Keterbukaan Informasi Publik naik dari nilai 90.48 (Informatif) menjadi 93.64 (Informatif), menempatkan Cimahi di peringkat 9 tingkat Provinsi.
- Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) naik dari 2.53 menjadi 3.02 dan Cimahi meraih juara 1 di Jawa Barat untuk kategori Tata Kelola Data Geospasial dan Perencanaan Statistik Sektoral Terbaik.
- Pengelolaan pengaduan publik melalui SP4N Lapor dinilai Baik dengan tingkat tindak lanjut 100% dan rata-rata penyelesaian aduan dalam 1,2 hari.
Meskipun demikian, Ngatiyana menekankan bahwa capaian angka bukanlah tujuan utama.
“Penilaian ini merupakan apresiasi dari pemerintah pusat atas kinerja kita, namun yang lebih penting adalah nilai kebermanfaatan dan dampak dari implementasi Smart City yang dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Cimahi, Hendra Gunawan, menyampaikan bahwa implementasi Smart City di Cimahi melibatkan semua elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga sektor budaya.
“Saat ini kita memiliki Dewan Smart City yang terdiri dari berbagai unsur. Dari pendidikan, kebudayaan, bisnis, dan lain sebagainya kita coba kolaborasikan,” jelasnya.
Berbagai layanan digital di Cimahi kini telah terintegrasi melalui portal utama Polakami serta WhatsApp layanan publik di nomor 0822-8999-9034. Layanan seperti Dilandacita, Sidakeptri, dan Lapakami kini terpusat dalam satu sistem.
“Aplikasi-aplikasi yang sudah ada sekarang tidak boleh berdiri sendiri. Semua harus dikembangkan dalam satu platform agar lebih efektif,” ujar Hendra.
Ia juga menambahkan bahwa digitalisasi layanan publik telah merata dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Digitalisasi sudah jagonya Cimahi. Masyarakat sekarang bisa cek antrian imigrasi atau layanan lain hanya lewat WhatsApp,” tutupnya.
Rapat koordinasi ini mengusung tema “Mewujudkan Kota Cerdas yang Mantap melalui Inovasi dan Sumber Daya Manusia yang Adaptif” dan diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman lintas perangkat daerah tentang pentingnya inovasi kolaboratif dalam mendukung kesuksesan program Smart City di Kota Cimahi.


Komentar Via Facebook :