Provost LPK-MP Cilegon: Pengusaha Lokal Jangan Cuma Jadi Penonton, Proyek APBD Wajib Diberikan ke Putra Daerah!

Provost LPK-MP Cilegon: Pengusaha Lokal Jangan Cuma Jadi Penonton, Proyek APBD Wajib Diberikan ke Putra Daerah!

Sohari , Provost LPK-MP

CYBER88 | CILEGON — Provost LPK-MP (Lembaga Perlindungan Konsumen Merah Putih) Kota Cilegon, Sohari, secara lantang mendesak Pemerintah Kota Cilegon agar memprioritaskan pengusaha lokal dalam pelaksanaan seluruh proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Sohari, yang akrab disapa Opos, menilai ketidakadilan terus terjadi ketika proyek-proyek Pemkot justru lebih banyak dikerjakan oleh pengusaha luar daerah. Menurutnya, pengusaha asli Cilegon memiliki kualitas dan kapabilitas yang tak kalah dibanding pihak eksternal.

“Saya tegaskan, Pemkot Cilegon harus peduli dan berpihak pada pengusaha asli Cilegon! Jangan sampai proyek APBD malah jatuh ke tangan orang luar. Kita harus kompak, kawal, dan jaga supaya putra daerah tidak hanya jadi penonton di rumah sendiri,” ujar Sohari, Kamis (17/07/2025).

Sohari juga mengajak seluruh ormas dan LSM di Kota Cilegon agar bersama-sama menjalankan fungsi kontrol sosial. Ia menyatakan siap mengawal proyek-proyek pemerintah dan akan mempertanyakan langsung ke dinas jika ditemukan adanya proyek yang diberikan kepada pengusaha luar tanpa alasan yang jelas.

“Kami di LPK-MP akan melakukan pengawasan penuh terhadap proyek-proyek yang sedang dan akan dikerjakan. Kalau dikerjakan oleh pengusaha luar, kami akan pertanyakan ke dinas terkait. Ini soal keadilan untuk warga sendiri,” tegasnya.

Tak hanya untuk proyek dengan sistem Penunjukan Langsung (PL), Sohari menekankan bahwa proyek tender pun harus memberikan prioritas kepada pengusaha lokal.

“Jangan sampai setiap tahun proyek tender didominasi pengusaha luar. Pengusaha Cilegon harus diberi porsi besar, jangan cuma kebagian tulang, sementara dagingnya dibawa orang luar,” sindirnya.

Sohari memastikan bahwa pernyataannya bukan atas dasar kepentingan pribadi maupun lembaga, melainkan bentuk kepedulian terhadap pengusaha lokal yang masih sering terpinggirkan dalam pembangunan daerahnya sendiri.

“Ini murni demi kepentingan pengusaha lokal. Sudah saatnya Pemerintah Kota Cilegon benar-benar memberdayakan mereka,” pungkasnya.
 

Komentar Via Facebook :