Jawara (Pendekar) Kawal,Amankan dan Sukseskan Haul Syuhada Geger Cilegon 1888
CYBER88 | CILEGON — Ribuan warga dari berbagai penjuru Kota Cilegon memadati Alun-Alun Kota Cilegon pada Rabu malam (9/7/2025) untuk mengikuti Istighosah Muharram 1447 Hijriah sekaligus Haul Syuhada Geger Cilegon 1888.
Suasana khidmat dan haru menyelimuti acara saat lantunan doa bersama mengalun dari panggung utama. Wali Kota Cilegon, Robinsar, turut hadir dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat dan tokoh agama yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Dalam pengamanan acara, para pendekar dari Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) DPD Kota Cilegon mengambil peran aktif dalam Pengawalan,Pengamanan serta Sukseskan acara. Mereka bersatu dan menjadi satu dengan pihak aparat kepolisian (Polres Cilegon), sehingga kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Wali Kota Robinsar menegaskan bahwa Haul Geger Cilegon bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk mengenang nilai-nilai perjuangan para ulama dan syuhada yang gugur dalam melawan ketidakadilan kolonial Belanda.
Acara ini juga diisi dengan ceramah agama oleh *KH Ahmad Muwaqif* yang akrab disapa *Gus Muwaqif* Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan dua pesan penting yang berkaitan erat dengan peringatan malam itu.
"Kita hari ini memperingati dua peristiwa besar: hijrahnya Rasulullah SAW sebagai simbol transformasi diri menuju kebaikan, serta perjuangan para syuhada Geger Cilegon yang rela gugur demi kemerdekaan bangsa," ucap Gus Muwaqif.
Ia juga mengaitkan semangat Muharram dengan kisah syahidnya cucu Nabi Muhammad SAW, Sayyidina Husain, di Karbala.
“Bulan Muharram penuh dengan nilai perjuangan dan pengorbanan. Nilai-nilai itu sejalan dengan perjuangan para ulama Cilegon pada tahun 1888 yang syahid demi kemuliaan agama dan tanah air,” tambahnya.
Sementara itu, Tokoh budaya Kota Cilegon Rachmat AS. (Sekum DPD PPSI Kota Cilegon) menyerukan pentingnya peringatan Geger Cilegon dirayakan secara lebih meriah dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Hal ini ia sampaikan dalam momentum doa bersama yang digelar belum lama ini.
"Saya ingin peringatan ini, doa bersama ini, tidak hanya dihadiri oleh orang-orang tertentu, tapi kami ingin sesuai judul yaitu *Geger Cilegon* Maka bagaimana kita membuat satu Geger di Kota Cilegon? Hadirkan para ulama, para tokoh di Kota Cilegon," ujar Rachmat dengan penuh semangat.
Ia menekankan bahwa identitas warga Cilegon tidak bisa dipisahkan dari sejarah perjuangan para syuhada yang telah mengorbankan jiwa dan darah demi menegakkan nilai-nilai keislaman dan kemerdekaan.
"Sekali lagi, napik ngaku wong Cilegon. Lamun boten paham lan boten ayun memperingati, boten ayun mendoakan para syuhada yang sudah berjuang mengorbankan nyawa, tumpahan darah di Kota Cilegon," tegasnya.
Rachmat berharap Pemerintah Kota Cilegon dapat mengambil peran lebih besar dalam menghidupkan semangat sejarah ini demi mewujudkan Cilegon menuju baldhatun thayyibatun wara'fun ghafur .


Komentar Via Facebook :