Wali Kota Cilegon Robinsar dan H. Sahruji Dorong Revolusi Pertanian Lewat Program PS08: Menuju Kota Mandiri Pangan
CYBER88 | CILEGON – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan membangun kemandirian pangan lokal, Wali Kota Cilegon Robinsar bersama Ketua DPW Yayasan Bhakti Bela Negara Provinsi Banten, H. Sahruji, menghadiri kegiatan demonstrasi pertanian yang berlangsung di Kampung Kedungbulus, Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program revolusi pertanian bertajuk "Menanam Padi Menggunakan Benih Padi Unggul PS08", hasil kolaborasi antara Yayasan Bhakti Bela Negara dengan Kelompok Tani Saluyu dan Sejati. Program ini tidak hanya mendorong peningkatan hasil panen, tetapi juga memperkuat semangat nasionalisme petani di tengah tantangan global.
Wali Kota Robinsar menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Yayasan Bhakti Bela Negara dalam mendukung program ketahanan pangan. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat maupun daerah sangat fokus pada isu pangan. "Bapak Presiden sudah menginstruksikan agar seluruh elemen, termasuk pemerintah, TNI, Polri, hingga lembaga swasta, turut andil dalam memperkuat sektor pertanian," ujarnya.
Robinsar juga menekankan bahwa meskipun Cilegon dikenal sebagai kota industri, namun sektor pertanian tidak boleh dilupakan. “Kami telah menganggarkan pengadaan alat pertanian seperti hand tractor dan mesin panen (komben), agar petani bisa meningkatkan produktivitasnya,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPW Yayasan Bhakti Bela Negara Provinsi Banten, Ir. H. Sahruji, menyatakan bahwa program PS08 merupakan bagian dari strategi besar menuju Indonesia Emas 2045. Ia menjelaskan bahwa PS08 adalah singkatan dari Prabowo Subianto 08 dan juga Petani Sejahtera 08, sebagai simbol dukungan nyata bagi kesejahteraan petani Indonesia.
“Program PS 08 mendorong kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, kelompok tani, hingga tokoh-tokoh nasional. Kami sudah bergerak di beberapa titik, seperti Pangungrawi dan Merak, dan hasilnya cukup menjanjikan, termasuk penanaman jagung yang kini sudah tumbuh subur,” ungkap Sahruji.
Ia menambahkan, program ini juga mendapat dukungan dari Sekjen pusat dan para tokoh pertanian dari Hambalang, sebagai bentuk keseriusan membangun sistem pertanian yang kuat dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Sahruji juga mengungkapkan harapannya agar Cilegon tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga sebagai kota mandiri pangan. “Ketahanan pangan sama pentingnya dengan kekuatan industri. Kita ingin Cilegon menjadi contoh sinergi antara pembangunan ekonomi dan kedaulatan pangan,” tegasnya.
Dengan slogan "Berbuat, Berbhakti, Berkarya", kegiatan ini menjadi bukti nyata semangat kolaboratif antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan para petani dalam mewujudkan Indonesia yang tangguh dan berdaulat di sektor pangan.


Komentar Via Facebook :