Silaturahmi & Gembrung Bersama Keluarga Besar Padepokan Singa Depok: Pererat Persaudaraan dan Lestarikan Budaya Lokal
Acara Silaturahmi dan Gembrung Bersama di Cikerut.
CYBER88 | CILEGON – Suasana hangat dan penuh semangat terasa di lingkungan Cikerut, Kelurahan Cibeber, Kota Cilegon, saat Keluarga Besar Padepokan Singa Depok menggelar acara "Silaturahmi dan Gembrung Bersama Pererat Persaudaraan dan Lestarikan Budaya Lokal. Selasa 5/8/2025
Acara ini bukan sekadar temu kangen antar tokoh dan pendekar saja, namun juga menjadi wujud nyata dan komitmen pelestarian budaya persilatan dalam menjaga serta melestarikan seni budaya lokal, khususnya pencak silat yang ada di Kota Cilegon.
Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh masyarakat, kasepuhan, pengurus RW/RT, serta para tokoh jawara/pendekar dari berbagai perwakilan padepokan dan aliran perguruan.
Sekretaris Umum DPD PPSI Kota Cilegon, Rachmat AS, memberikan apresiasi khusus kepada Abah Yaya, selaku Pendiri/Ketua Padepokan Singa Depok, atas dedikasinya dalam menjaga eksistensi pencak silat di tengah masyarakat. “Pertemuan malam ini, Insyaa Allah, adalah pertemuan yang penuh keberkahan dan patut kita syukuri bersama. Mari jadikan silaturahmi ini sebagai energi untuk terus bergerak maju,” ujar Rachmat AS.
Ia juga menegaskan bahwa semangat kebersamaan dan kekuatan silaturahmi menjadi ruh/marwah dari gerakan pencak silat. “Semangat silaturahmi adalah semangat DIG JAYA,” tegasnya.
Tak hanya Rachmat AS yang hadir dalam acara tersebut, tetapi juga banyak ketua padepokan beserta anggota, baik dari Cilegon maupun luar Cilegon.
Kang Rohani (Tjimande), selaku Ketua DPC PPSI Kecamatan Cilegon, juga hadir bersama anggota padepokan yang berada di bawah naungan DPC PPSI Kecamatan Cilegon. Turut hadir pula Kang Opan (Bandrong), salah satu Ketua Padepokan Sinar Elang Buana, bersama para anggota dan kasepuhan, salah satunya Bapak Kusen.
Kehadiran mereka merupakan bentuk solidaritas dan komitmen dalam memperkuat jalinan silaturahmi antar padepokan di bawah naungan DPD PPSI Kota Cilegon.
Abah Yaya, selaku pelaksana acara, menegaskan bahwa pertemuan ini bukan untuk memecah belah, melainkan sebagai upaya menyatukan kekuatan. “Saya ingin menyatukan semua, tak peduli dari mana asalnya. Tujuannya hanya satu: menjaga persatuan demi masa depan generasi penerus,” katanya.
Ia menyebut banyak padepokan yang hadir, terutama yang tergabung di DPD PPSI Kota Cilegon, bahkan dari luar Cilegon pun ada yang datang, seperti dari Mancak dan Anyer.
Lebih lanjut, Abah Yaya berharap, sebagai masyarakat Kota Cilegon yang berada di kubu budaya, adanya perhatian dan kepedulian dari pemerintah terhadap pelestarian budaya lokal, tanpa tebang pilih, agar budaya yang ada tetap utuh dan terjaga dengan baik. “Saat ini sudah ada perhatian, tapi kami berharap perhatian dan kepedulian tersebut diberikan lebih maksimal oleh pemerintah tanpa tebang pilih, agar para pejuang pelestari budaya di Kota Cilegon tetap semangat dalam memperjuangkan dan melestarikan budaya, khususnya pencak silat. Kami juga berharap budaya persilatan tidak hanya dipandang sebagai hiburan semata,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kang Sofan, Ketua Padepokan Sinar Elang Buana, menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam kegiatan ini adalah bagian dari komitmen pribadi dan padepokan dalam menjaga kelestarian seni budaya.“Bagi saya, budaya bukan sekadar warisan. Ini bagian dari hidup saya. Dan melalui kegiatan seperti ini, kita bisa mempererat persaudaraan dan memperkuat semangat pelestarian budaya,” ucap Sofan.
Ia pun berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga. “Insyaa Allah, budaya kita akan terus berkembang dan memberi manfaat luas bagi masyarakat, terlebih untuk Kota Cilegon yang kita cintai,” pungkasnya.


Komentar Via Facebook :