Jurusan Teknik Metalurgi Untirta Kembangkan Inovasi Komposit Busa Poliuretan Ramah Lingkungan
CYBER88 | Cilegon – Jurusan Teknik Metalurgi Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menggelar sosialisasi dan pelatihan pemberdayaan masyarakat di Cilegon, dengan mengusung tema “Komposit Busa Poliuretan Berpenguat Serbuk Kantong Plastik dan Slag Baja sebagai Saluran Air Pra-Cetak Berkelanjutan, Ringan, dan Ramah Lingkungan”.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program hibah pemberdayaan masyarakat yang didanai oleh DPPM Kemendiktisaintek tahun 2025. Acara menghadirkan dua pemateri, yaitu Woelandari Fathonah, M.T., yang memaparkan materi secara daring terkait hibah pemberdayaan masyarakat, serta Adhitya Trenggono, M.Sc., yang menyampaikan secara tatap muka tentang teknologi busa komposit poliuretan.
Adhitya selaku ketua pelaksana menjelaskan bahwa inovasi ini memanfaatkan bahan baku hasil daur ulang sampah plastik PET, LDPE, LLDPE, dan sedotan PP, dikombinasikan dengan slag baja, untuk menghasilkan produk saluran air pra-cetak dan paving blok yang ringan, kuat, dan ramah lingkungan.
“Jika kegiatan ini berhasil, produksi busa poliuretan dapat dilakukan secara massal, dan kami optimistis masyarakat akan banyak memesan produk ini. Kami juga membuka peluang usaha bagi komunitas seperti bank sampah, pecinta lingkungan, dan sentra IKM komposit plastik,” ujar Adhitya.
Kegiatan ini melibatkan mitra seperti Komunitas Edelweiss Cilegon, pengurus ACS Untirta Student Chapter Jurusan Teknik Metalurgi, serta mahasiswa Teknik Sipil Untirta. Mereka diharapkan berperan aktif dalam pengumpulan sampah plastik terpilah untuk diolah menjadi produk bernilai guna tinggi.
Turut hadir Habibi Haliburton, perwakilan IKA Alumni Untirta Cilegon, yang mengapresiasi kegiatan ini. Ia menilai Cilegon sebagai kota industri memiliki potensi besar untuk berkolaborasi dengan pemerintah dan perusahaan dalam program berkelanjutan berbasis SDGs.
“Produk daur ulang ramah lingkungan ini sangat relevan untuk diimplementasikan pada sarana prasarana desa atau kelurahan, sehingga bisa menjadi produk unggulan di masa depan,” ungkap Habibi. ( Yulianto)


Komentar Via Facebook :