Dinas Kesehatan Kota Cilegon Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan, Butuh Dukungan Pemerintah Pusat hingga Daerah

Dinas Kesehatan Kota Cilegon Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan, Butuh Dukungan Pemerintah Pusat hingga Daerah

Drg.Rully Kusumawardhany

CYBER88 | Cilegon – Dalam momentum peringatan HUT RI ke-80, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat serta melampaui target kinerja program baik di tingkat Provinsi Banten maupun Nasional.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Cilegon, drg. Rully Kusumawardhany, MM, menyampaikan bahwa Dinkes bersama jaringan layanan yang terdiri dari 9 UPTD Puskesmas, UPTD Labkesmas, UPTD P2KT, dan UPTD JPKM akan terus menjaga stabilitas pelayanan mulai dari tingkat dasar hingga rujukan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Pelayanan yang sebelumnya belum tersedia kini sudah berjalan, seperti persalinan 24 jam di 5 Puskesmas dan IGD 24 jam di 9 Puskesmas. Kami berharap layanan ini bisa terus ditingkatkan kualitasnya dari waktu ke waktu,” ujar drg. Rully Kusumawardhany.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa dukungan dari Pemerintah Kota Cilegon, Pemerintah Provinsi Banten, hingga Kementerian Kesehatan RI sangat dibutuhkan untuk melengkapi sarana, prasarana, serta pemenuhan SDM kesehatan, khususnya dokter umum, bidan, dan perawat. Selain itu, ketersediaan peralatan medis, obat-obatan, anggaran konsumsi pasien, hingga insentif untuk petugas jaga shift dan sopir ambulans juga menjadi prioritas agar pelayanan berjalan optimal.

Terkait komunikasi publik, drg. Rully menyoroti pentingnya saluran informasi yang lancar agar masyarakat dapat segera mengetahui kebijakan kesehatan terbaru maupun upaya antisipasi terhadap potensi wabah dan kejadian luar biasa. “Kami memerlukan tambahan anggaran untuk edukasi dan publikasi melalui media, baik cetak, online, maupun media sosial, demi mendukung kerja promosi kesehatan di lapangan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa jaminan kesehatan harus dipastikan hadir, terutama bagi warga kurang mampu dan masyarakat miskin. Menurutnya, kondisi masyarakat yang sehat jasmani dan rohani hanya bisa terwujud dengan kerja sama lintas OPD, lintas sektor, serta partisipasi aktif masyarakat mulai dari keluarga, sekolah, tempat kerja, hingga lingkungan sosial.

“Kesadaran individu yang tumbuh akan meluas menjadi kesadaran kolektif masyarakat. Dengan dukungan kuat dari pemerintah daerah hingga pusat, kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan akan lebih mudah diwujudkan. Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati,” pungkas drg. Rully Kusumawardhany.

Komentar Via Facebook :