Cilegon Gaungkan Seni Inklusif, Anak Disabilitas Unjuk Bakat di Rumah Dinas Wali Kota
CYBER88 | CILEGON – Pemerintah Kota Cilegon terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang inklusif bagi seluruh warganya. Hal itu terlihat dalam pementasan seni bertajuk “Ekspresi Tubuh Tumbuh” yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Cilegon, Kamis (30/10). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VIII, Sekolah Khusus Harapan (SKH) YPPLB Al-Kautsar, dan Padepokan Duta Seni KS.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo menegaskan tekad pemerintah daerah untuk menjadikan Cilegon sebagai kota yang ramah bagi semua, termasuk penyandang disabilitas. “Kami masih terus berbenah, terutama dalam penyediaan infrastruktur yang lebih ramah disabilitas. Namun semangat masyarakat Cilegon menjadi modal besar untuk bergerak ke arah yang lebih inklusif,” ujarnya.
Fajar juga mengajak warga untuk menanamkan nilai kebersamaan sesuai dengan moto ‘Akur Sedulur’. “Semangat saling menghargai dan gotong royong harus terus kita jaga. Nilai ini penting agar Cilegon menjadi kota yang tidak hanya maju, tapi juga penuh empati dan persaudaraan,” tambahnya.
Dari pihak BPK Wilayah VIII, Fajar Satya Burnama menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya nyata untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan kreativitas anak-anak berkebutuhan khusus. “Melalui karya seni, mereka belajar mengekspresikan diri dan berinteraksi. Kami berharap kegiatan ini memicu lebih banyak kolaborasi antara komunitas seni dan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Elisa Aini Hidayati, perwakilan dari SKH Al-Kautsar, menilai kegiatan ini menjadi awal sinergi yang baik antara lembaga pendidikan khusus dan pelaku seni. “Kami berharap kolaborasi ini terus berkembang, sehingga anak-anak istimewa semakin mendapat ruang untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya,” tuturnya.
Koreografer sekaligus pendiri Padepokan Duta Seni KS, Adi, mengungkapkan bahwa karya yang dipentaskan merupakan hasil latihan intensif selama dua bulan bersama para siswa SKH Al-Kautsar. “Kami ingin menciptakan ruang seni yang benar-benar terbuka untuk siapa saja, tanpa memandang keterbatasan. Di sini, setiap anak punya kesempatan yang sama untuk berkarya,” jelasnya.
Pementasan tersebut mendapat sambutan hangat dari para tamu undangan dan masyarakat yang hadir. Melalui kegiatan ini, Cilegon tidak hanya memperlihatkan semangat kebudayaan, tetapi juga menegaskan peran seni sebagai jembatan untuk menyatukan keberagaman.


Komentar Via Facebook :