Warga Gerem Antusias Gotong Royong Bersihkan Sampah di Terowongan Tol Merak KM 92,800

Warga Gerem Antusias Gotong Royong Bersihkan Sampah di Terowongan Tol Merak KM 92,800

CYBER88 | Cilegon – Puluhan warga Kelurahan Gerem bersama berbagai unsur pemerintah dan komunitas menggelar aksi gotong royong membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat aliran air di terowongan jembatan Tol Merak KM 92.800, Kamis pagi, 20/11/2025. Kegiatan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya luapan air dan banjir yang selama ini kerap mengganggu warga sekitar.

Aksi bersih-bersih ini dihadiri oleh PLT Lurah Gerem, Hikmatul Qismat, didampingi para kasi kelurahan, Tim Destana Kelurahan Gerem, Babinsa Koramil 2303/Pulomerak, tokoh masyarakat Gerem H. Nikmattuloh, serta perwakilan Marga Mandala Sakti/Astra Infra Toll Road Tangerang–Merak, Ujang Kepala Gerbang Tol Merak dan Ayi Priatna. Sejumlah komunitas seperti Rumah Karya Difabel Kota Cilegon, Tim KSB, RT/RW, dan warga setempat juga turut serta.

PLT Lurah Gerem, Hikmatul Qismat, mengatakan kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan fokus membersihkan sampah di saluran air bawah tol yang menjadi lokasi rawan sumbatan.

“Ini sudah berulang kali terjadi. Dampaknya dirasakan warga ketika hujan deras, air meluap ke jalan hingga permukiman. Penanganan seperti ini perlu dibarengi dengan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.

Hikmatul juga menegaskan perlunya sosialisasi berkelanjutan karena sebagian besar sampah yang ditemukan merupakan sampah rumah tangga yang dibuang ke aliran kali.

Perwakilan Astra Infra Toll Road, Ayi Priatna, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini. Menurutnya, pembersihan perlu dibarengi dengan edukasi kepada warga agar akar masalah tidak terus berulang.

“Kalau akar masalahnya tidak dituntaskan, kondisi ini akan terus terjadi setiap hujan. Sampah rumah tangga, kayu, ranting—semua menumpuk. Kami siap bersinergi dengan kelurahan dan komunitas untuk edukasi serta penanganan dari hulu ke hilir,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pihak tol sebenarnya sudah memiliki agenda rutin pembersihan, namun tingginya intensitas sampah membuat penanganan menjadi berat.

Tokoh masyarakat Gerem, H. Nikmattuloh mengapresiasi antusias warga dan seluruh pihak yang terlibat.

“Ini luar biasa, kebersamaan yang harus diteruskan. Tapi harus ada solusi jangka panjang. Setiap tahun kalau hujan besar, terowongan itu seperti kali karena meluap. Kita sebagai warga berharap ada langkah permanen agar masalah ini tidak terulang,” ungkapnya.

Seluruh pihak berharap kolaborasi antara kelurahan, pengelola jalan tol, komunitas, dan warga dapat terus berjalan sehingga saluran air dapat berfungsi optimal dan bebas dari hambatan. Pelaksanaan edukasi dan perubahan pola perilaku masyarakat menjadi kunci untuk mencegah banjir berulang.


 

Komentar Via Facebook :