Holding UMKM Fashion dan Kriya Resmi Diluncurkan di Klaten, Menteri Budi Setiawan Tegaskan Bukan Sekadar Seremoni
CYBER88 | Klaten —Pemerintah resmi meluncurkan Holding UMKM sektor fashion dan kriya di Klaten, Jawa Tengah. Langkah ini disebut sebagai momentum penting dalam transformasi ekosistem UMKM nasional menuju sistem yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Acara peluncuran yang digelar pada Selasa (19/11) tersebut dihadiri oleh Menteri Budi Setiawan selaku penggagas program, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, S.I.Kom., Sekretaris Deputi Kementerian Perindustrian Rinaldi, serta Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik, Cahyadi.
Dalam sambutannya, Menteri Budi menegaskan bahwa Holding UMKM merupakan inisiatif strategis yang dirancang untuk mengatasi tantangan utama pelaku UMKM, seperti fragmentasi produksi, keterbatasan akses pembiayaan, standarisasi mutu, serta lemahnya rantai pasok dan pemasaran.
“Program ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah instrumen penting untuk memperkuat daya saing UMKM Indonesia,” tegasnya.
Sekretaris Deputi Rinaldi menyebut peluncuran dua sektor strategis—fashion dan kriya—secara bersamaan sebagai “momentum penting dalam penguasaan ekosistem UMKM nasional.”
Salah satu yang menarik perhatian dalam acara ini adalah kisah sukses Lurik Prasojo, UMKM yang berdiri sejak 1950 dan kini dikelola generasi ketiga. Mengusung filosofi “dari sehelai benang, tidak ada yang terbuang”, Lurik Prasojo mengembangkan produk berkelanjutan melalui upcycle limbah perca dan benang sisa.
Karya mereka telah tampil di berbagai panggung mode internasional, antara lain, London Fashion Week 2018, Paris Fashion Week 2024–2025. Milan Fashion Week 2025
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menegaskan bahwa keberhasilan Lurik Prasojo menjadi bukti nyata kemampuan produk lokal bersaing di tingkat global. “Kita tidak hanya perlu bangga, tetapi juga harus memakai produk Indonesia dengan tulus,” ujarnya.
Kepala Balai Besar Cahyadi menjelaskan bahwa Holding UMKM akan memperkuat integrasi sistem melalui peningkatan standar mutu, penguatan rantai pasok, serta perluasan akses pemasaran nasional maupun internasional.
Menteri Budi menutup acara dengan optimisme. “Ini adalah pencapaian kolektif. Langkah kecil dari Klaten yang akan berdampak besar bagi pergerakan UMKM Indonesia menuju panggung global,” ujarnya. (Agus STP)


Komentar Via Facebook :